Dirut Pertamina: Belum Ada Rencana Menghapus Pertalite

GLOBAL JAKARTA – Dirut PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum ada rencana untuk menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Pernyataan itu diungkapkan Nicke, usai menghadiri Penganugerahan Penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) 2021 di Istana Wakil Presiden, Selasa (28/12/2021).

“Tidak ada kebijakan hari ini yang untuk menghapuskan Pertalite. Itu tidak ada,” kata Nicke.

BUMN PT Pertamina, tambah Nicke, hanya mengeluarkan kebijakan mengedukasi masyarakat untuk menggunakan BBM dengan kadar oktan atau research octane number (RON) yang lebih tinggi.

Dirinya mengakui Pertamina mendapat rekomendasi untuk mengurangi emisi karbon dengan hanya menjual bahan bakar yang punya emisi minimum 91.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor P20/Menlhk/Setjen/Kum1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang. Pertamina pun sudah membuat Program Langit Biru yang mendorong masyarakat untuk beralih dari Premium ke Pertalite yang oktannya lebih tinggi. Pertamina menjual Pertalite seharga Premium di sejumlah daerah.

Namun demikian, ujar Nicke, dengan program tersebut Pertamina tidak akan serta merta menghapus Pertalite begitu saja.

Namun, perseroan akan melanjutkan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM yang ramah lingkungan dan lebih baik untuk mesin.

“Pertalite masih ada di pasar tetapi kami mendorong untuk menggunakan yang lebih baik atau Pertamax agar kita bisa berkontribusi terhadap penurunan karbon emisi,” katanya.

Program Langit Biru tersebut sudah memberikan hasil positif berupa penurunan karbon emisi.

“Alhamdulillah selama dari Juni 2020 sampai dengan hari ini, karbon emisi yang berhasil kami turunkan mencapai 12 juta ton. Itu sebagai kontribusi dari masyarakat yang beralih dari penggunaan Premium ke Pertalite,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengakui, pemerintah saat ini tengah berupaya mengatasi perubahan iklim yaitu mengurangi emisi karbon.

Saat ini penurunan emisi dari kehutanan sudah di atas 400 juta ton. Namun, pemerintah mengharapkan ada penurunan emisi karbon yang lebih besar dan targetnya 800 juta ton

“Kami ingin kurangi emisi karbon yang lebih besar lagi. Yang besar berikutnya dari sektor energi, dari segala aspek mulai dari bahan bakar untuk transportasi sampai listrik yang penggunaannya paling besar,” kata Siti Nurbaya. (*)

Pos terkait

Plt Ketua DPRA Safaruddin ucapan selamat Idul Fitri 1443 H