TP PKK Aceh Gelar Rakor Sinergitas Program Percepatan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga

TP PKK Aceh Gelar Rakor Sinergitas Program Percepatan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga
Ketua TP-PKK Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT, saat menyampaikan materi pada Rakoor TP-PKK se-Aceh Tahun 2022 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (17/3/2022).

GLOBAL BANDA ACEH – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) se-Aceh tahun 2022, di Anjong Mon Mata, Kamis (17/3/2022).

Rakor tersebut, dihadiri oleh seluruh Ketua TP PKK Kabupaten dan Kota berserta anggota kadernya. Turut hadir, mitra kerja PKK dalam acara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), dan Kepala Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA).

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan Rakor TP PKK tahun 2022 ini mengambil tema: “Sinergitas Program Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kabupaten /Kota menuju percepatan peningkatan kesejahteraan keluarga”.

Pengambilan, tema itu, dilakukan sebagai bentuk penekanan terhadap ‘Sinergitas’. Di mana, PKK menganggap program yang dijalankan ke depan harus digerakkan secara kolaboratif, intergratif, dan lebih masif agar dapat menyentuh lebih banyak penerima manfaat. Apalagi, persoalan yang dialami para keluarga di Aceh hampir sama di semua daerah.

Misalnya, ungkap Dyah, saat ini ancaman Covid-19, begitu juga dengan kasus stunting. Selain itu, PKK juga perlu memberi perhatian pada kasus kekerasan anak, penyalahgunaan narkoba yang juga menjadi persoalan bagi banyak keluarga, dan yang tidak kalah penting, tugas dari kader PKK juga perlu didorong adalah penurunan angka kematian bayi dan kematian Ibu saat melahirkan.

Selain itu, terang Dyah, ada beberapa isu lainya yang menjadi perhatian TP PKK Aceh saat ini, seperti, menurunnya nilai persatuan dan kesatuan bangsa, tingginya angka pernikahan dini, human trafficking, rendahnya mutu SDM dalam pengelolaan ekonomi keluarga dan pemanfaatan teknologi Industri, belum meratanya ketahanan pangan dan rendahnya kesadaran dalam menggunakan produk lokal, serta masih rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan kesehatan pasangan Usia Subur.

“Kita terus bergerak dalam menyikapi dan menindaklanjuti semua itu. Kita lakukan berbagai upaya serta kegiatan yang menjadi program unggulan PKK,” ujarnya.

Lebih lanjut, terangnya, semua kegiatan tersebut, tentunya membutuhkan upaya penanganan yang komprehensif dari semua pihak. Karena itu melalui, momentum ini, diharapkan, para kader PKK Aceh bisa merumuskan program terbaik, serta memperkuat sinergi bersama mitra dalam membantu pemerintah untuk menangani berbagai persoalan sosial, sehingga kegiatan yang dijalankan mampu memberi daya ungkit bagi para keluarga.

“Tentu saja dukungan dari pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten dan kota sangat kami butuhkan agar program tersebut terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Plt Ketua DPRA Safaruddin ucapan selamat Idul Fitri 1443 H