Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Daerah

ASN Dilarang Terlibat Politik Praktis Jelang Pemilu 2024

478
×

ASN Dilarang Terlibat Politik Praktis Jelang Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Sekda Aceh, Dr. M. Jafar, SH, M.Hum, saat memimpin Apel Rutin Pejabat Struktural Pemerintah Aceh setiap tanggal 17, di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jum'at, (17/2/2023)

“Sebagai ASN, mari kita memperhatikan dan mematuhi ketentuan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk mempertahankan netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis menjelang Pemilu 2024,” ajak Jafar.

Banda Aceh – Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Sekda Aceh, M Jafar, mengingatkan seluruh pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Aceh untuk tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mempertahankan netralitas dan tidak terpengaruh oleh intervensi politik.

Hal tersebut diingatkan M Jafar dalam apel rutin pejabat struktural Pemerintah Aceh setiap tanggal 17 di halaman Kantor Gubernur Aceh, Jumat (17/02/2023).

Jafar menegaskan, bahwa netralitas berarti tidak terlibat atau memihak secara aktif atau pasif pada calon tertentu.

Ia juga mengingatkan, bahwa ketentuan untuk mempertahankan netralitas telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

“Sebagai ASN, mari kita memperhatikan dan mematuhi ketentuan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk mempertahankan netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis menjelang Pemilu 2024,” ajak Jafar.

Menurutnya, jelang Pemilu, terdapat banyak dinamika sosial-politik yang akan terjadi di tengah masyarakat, sehingga para ASN harus selalu menjaga etika dan interaksi sosial mereka.

Jafar juga berharap agar para ASN tidak menyebarkan isu hoaks atau memberikan komentar negatif terhadap pemerintah, baik di media sosial maupun dalam berbagai forum termasuk di warung kopi.

Dalam kesempatan tersebut, Jafar juga mengajak para pejabat untuk berpartisipasi dalam memberikan bantuan sesuai kemampuan untuk masyarakat Turki dan Suriah yang sedang mengalami musibah gempa melalui rekening donasi Pemerintah Aceh.

“Saat ini, jumlah korban tewas akibat gempa di Turki dan Suriah mencapai 41.000 orang, dan tim penyelamat terus berjuang melawan waktu untuk menyelamatkan korban yang masih tertimbun reruntuhan,” sebutnya. (*)

Editor : Salman

Baca Juga :   Pustu Gampong Cot Jeurat Blangpidie Layani Warga Suntik Vaksin Covid-19