Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Daerah

Duo Aktivis Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Eksploitasi SDA di Aceh

699
×

Duo Aktivis Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Eksploitasi SDA di Aceh

Sebarkan artikel ini
Duo Aktivis, Sofyan dan Asra Rizal, gelar aksi unjuk rasa menolak eksploitasi sumber daya alam (SDA) di Aceh.

“Jangan bermental calo kalau benar-benar ingin memajukan Aceh. SDA Serambi Mekkah diciptakan oleh Allah untuk memakmurkan rakyat negeri ini. Pengalaman buruk masa lalu jangan berulang. Karena sangat pahit, dan wajib menjadi pelajaran,” tegas duo aktivis tersebut.

Lhokseumawe, AcehGlobalNews – Dua aktivis Aceh di Kota Lhokseumawe yaitu Sofyan dan Asra Rizal, kembali melakukan aksi unjuk rasa di Taman Riyadah, menolak eksploitasi sumber daya alam (SDA) di wilayah Provinsi Aceh, Kamis (22/12/2022).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sofyan yang merupakan aktivis senior mantan mahasiswa Fisip Universitas Malikussaleh, bersama rekannya Asra Rizal, membentangkan spanduk sebagai bentuk gugatan moral agar para pemangku kepentingan dan pemegang kewenangan, supaya tidak semena-mena mengeruk sumber daya alam di Aceh, mulai dari tambang darat, hingga lepas pantai.

Dalam pernyataan sikap, duo aktivis yang menamakan diri mereka sebagai Gerakan Rakyat Menggugat (GRM), meminta Kementerian ESDM, Badan Pengolaan Minyak dan Gas Aceh (BPMA), PT Pembangunan Aceh (Pema) dan PT Pema Global Energi (PGE) agar mengelola migas secara terbuka. Dalam arti mereka harus transparan dalam pengelolaan hingga bagi hasil.

Para stakeholder yang disebutkan di atas, agar mematuhi dan melaksanakan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2006 tentang Participacing Interest (PI) 10 % pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.

Mereka meminta BPMA dan SKK Migas bertindak lebih terbuka terhadap pengelolaan wilayah kerja di Aceh, baik onshore maupun offshore.

Demikian juga kepada KKKS baik nasional maupun asing yang sedang dan akan mencari penghidupan ekonomi di Aceh, agar senantiasa memperhatian kekhususan Aceh, menghormati adat-istiadat Aceh, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman di Aceh.

Selain itu dua aktivis itu juga meminta KKKS wajib berkomitmen menjaga keseimbangan lingkungan hidup, politik, dan sosial.

“Penyerapan tenaga kerja lokal di KKKS harus maksimal. Agar pengalaman masa lalu tidak berulang. Demikian juga memperhatikan dengan sungguh-sungguh rantai keadilan agar masyarakat Aceh tidak lagi hidup di bawah garis kemiskinan,” ungkap Sofyan.

Kepada pemerintah daerah, Sofyan dan Asra Rizal mengingatkan agar mengedepankan investasi yang menjunjung tinggi keberlangsungan lingkungan hidup, sosial, budaya dan religi.

“Jangan bermental calo kalau benar-benar ingin memajukan Aceh. SDA Serambi Mekkah diciptakan oleh Allah untuk memakmurkan rakyat negeri ini. Pengalaman buruk masa lalu jangan berulang. Karena sangat pahit, dan wajib menjadi pelajaran,” tegas duo aktivis tersebut. (*)

| Editor: Salman

Baca Juga :   Masjid Giok Nagan Raya kembali Dibuka untuk Masyarakat Umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *