Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Daerah

Ka KUA Lhoksukon Jadi Khatib Shalat Jum’at Perdana di Masjid Raudhatus Su’adah

422
×

Ka KUA Lhoksukon Jadi Khatib Shalat Jum’at Perdana di Masjid Raudhatus Su’adah

Sebarkan artikel ini
Photo bersama sebagian jamaah usai melaksanakan shalat jum'at perdana di Masjid Raudhatus Su'adah di. Foto : Acehglobal/Murhaban.

LHOKSUKON – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara Drs. H. Maiyusri, M.Ag yang diwakili oleh Kepala KUA Kecamatan Lhoksukon Ust. Shaifuddin Fuady, S.Ag., MA, menjadi Khatib Shalat Jum’at perdana di Masjid Raudhatus Su’adah di Komplek Dayah Ma’had Al -Ihsaniyah Al Aziziyah, Gampong Langa, Kec. Syamtalira Bayu, Jum’at (26/5/2023).

Ust. Shaifuddin dalam khutbahnya menyampaikan hari Jumat merupakan sayyidul ayyam (penghulu hari), hari di mana kaum muslimin yang berkumpul bersama di masjid untuk menjalankan shalat Jumat. Karena itu hari Jumat merupakan salah satu hari raya umat Islam.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Alhamdulillah, kita bersyukur atas karunia Allah SWT, apa lagi hari ini bisa melaksanakan Shalat Jum’at perdana di Masjid yang kita cinta ini,” ucapnya memulai khutbah.

Lebih lanjut Ust. Shaifuddin menyampaikan bahwa tentang memakmurkan masjid memang diperintahkan oleh agama. Hal itu sudah tertuang dalam Al-Quran. Salah satunya adalah dalam Q.S At Taubah ayat 8.

Baca Juga :   Kapolri Tinjau Vaksinasi Serentak di Kabupaten Pidie

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk,” jelasnya dengan mengutip firman Allaah QS. At-Taubah Ayat 18.

Dijelaskannya, tentunya memakmurkan masjid merupakan amal jariyah yang akan terus mengalir sekalipun orang yang bersangkutan telah wafat. Ada beberapa keutamaan memakmurkan masjid atas dasar ketakwaan.

“Adapun antara lain keutamaan membangun atau memakmurkan masjid, orang yang bersangkutan insya Allah akan mendapatkan rumah di surga-Nya, amal jariyah akan terus mengalir, mendapat pahala yang berlipat ganda, dilapangkan rezekinya, menghapus dosa,” jelasnya.

Menurutnya, orang yang memakmurkan masjid adalah termasuk orang yang mau memberikan ide memikirkan tentang pembangunan masjid dan ikut berpartisipasi untuk menyumbangkan harta demi lancarnya pembangunan masjid serta ikut juga memperbanyak ibadah dan mengerjakan shalat berjamaah di masjid.

Baca Juga :   Selamat atas Terpilihnya Ahmad Yani Budi Santoso sebagai Ketua Umum RADESA

Dikatakannya, ada beberapa hal dan utama untuk memakmurkan masjid, diantaranya melibatkan semua unsur masyarakat, agar masjid dapat makmur, kunci utamanya adalah dengan melibatkan semua unsur masyarakat yang ada. Pelibatan unsur masyarakat ini tidak hanya sebatas di kalangan orang tua saja. Melainkan juga pelibatan para pemuda.

Mengapa demikian? Ini karena pemuda adalah generasi penerus yang nantinya mereka inilah yang dapat memakmurkan masjid di kemudian hari. Dengan cara ini juga menjadi sebagai salah satu alternatif membentengi pemuda dari hal-hal yang bernilai negatif.

Kemudian dengan manajemen masjid yang tepat sasaran, dan membuat kajian keagamaan dan kegiatan keagamaan lainnya yang menarik.

“Hal selanjutnya yang harus dilakukan sebagai cara memakmurkan masjid setelah manajemen dapat terbentuk dan berjalan dengan baik, maka dapat dilakukan kegiatan tertentu. Beberapa contohnya adalah dengan membentuk majelis taklim setidaknya satu kali dalam satu minggu, memberikan santunan kepada masyarakat yang kurang mampu, menyantuni anak yatim, dan sebagainya,” terang Ust. Shaifuddin yang juga Sekjend Komunitas Pemuda Shubuh (Kompas) Aceh Utara.

Baca Juga :   Jelang Meugang, Harga Daging di Abdya Rp 200 Ribu Per Kilo

Dihadapan para jamaah, Ust. Shaifuddin lanjut menyampaikan, untuk memakmurkan masjid selain itu juga dapat dilakukan dengan membangun dan mengembangkan fasilitas yang ada. Tujuannya tidak lain untuk membuat para jamaah menjadi nyaman saat melakukan ibadah.

“Misalnya saja dengan membangun tempat wudhu atau fasilitas ibadah yang nyaman dan dapat diakses oleh semua orang. Termasuk saudara kita penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat beribadah dengan tenang. Begitu juga dengan menjaga kebersihan masjid sebagai salah satu keutamaan dan menjaga kesucian, dan ini bukan hanya tugas bilal atau panitia tapi melainkan tugas kita semuanya” tuturnya. (*)

Editor : Salman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *