Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Daerah

Kabid Logistik BPBK Abdya Sebut Wartawan yang Duluan Merendahkannya Lewat Status WhatsApp

339
×

Kabid Logistik BPBK Abdya Sebut Wartawan yang Duluan Merendahkannya Lewat Status WhatsApp

Sebarkan artikel ini
Mainun Sabri (selfi kemeja putih). Foto/Istimewa

“Saya dan kawan-kawan dalam posisi basah, dan kami bukan tidak peduli dengan apa yang diminta adinda Ilyas, tapi posisi saat itu sedang tidak pegang Handphone,” jelasnya.

Blangpidie – Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Barat Daya (BPBK Abdya) Maimun Sabri membenarkan terkait isu perdebatan dirinya melalui pesan WhatsApp dengan salah seorang wartawan di wilayah setempat.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Benar, tapi duluan dia katai saya lewat statusnya, dengan kalimat-kalimat yang tidak mengindahkan sopan santun. Padahal kami BPBK sedang sibuk urusin banjir, tapi dia terus paksakan telpon saya untuk minta data, bagaimana saya berikan data, sementara kami sedang kehujanan di lapangan,” ungkap Maimun, Jum’at (3/3/2023).

Atas kejadian itu, Maimun menyampaikan bahwa bahasa yang bersangkutan jelas sangat membuat dirinya malu. Pasalnya, tudingan yang disebutkan wartawan tersebut sudah merendahkan orang lain.

“Saya sadar tugas dan tanggung jawab, tidak serendah yang disebutkan. Itulah itulah sebabnya saya berucap demikian,” ujarnya.

Tambah Maimun, pada saat yang bersangkutan menuduh dirinya masih tidur dan berselimut, pada saat itu pula Ia bersama sejumlah tim lainnya sedang bersusah payah di lapangan.

“Saya dan kawan-kawan dalam posisi basah, dan kami bukan tidak peduli dengan apa yang diminta adinda Ilyas, tapi posisi saat itu sedang tidak pegang Handphone,” jelasnya.

Terkait data yang diminta tersebut, Maimun mengaku sudah membagikan data tersebut kepada sejumlah wartawan termasuk saudara Ilyas.

“Dan tidak lama kemudian saya kirimkan juga data ke dia,” pungkas Maimun.

Kronologis Perdebatan

Tangkapan layar balasan Maimun terhadap status WhatsApp Wartawan Anteroaceh, Ilyas, usai meminta data banjir.

Maimun Sabri selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik di Kantor BPBK Abdya, disebut melontarkan kata-kata kasar yang merendahkan profesi wartawan.

Sebagai seorang ASN, Maimun juga sempat mengatakan bahwa dirinya tidak takut kepada wartawan.

“Hy, munyo keumeung data Jak lapangan, bek preh di rumoh mantong, kah Pike Len budak kah, Marit beuna utak bacut, kah Pike Len lage peugawai Laen takot keu wartawan,” kata Maimun dalam bahasa Aceh usai mengomentari status WhatsApp Ilyas, wartawan Anteroaceh.

Artinya: (Hai, kalau mau data turun ke lapangan, jangan tunggu di rumah saja, kamu pikir saya ini budak kamu, bicara harus ada otak, kamu pikir saya seperti pegawai lain takut kepada wartawan).

Insiden itu terjadi pasca Ilyas, wartawan dari Anteroaceh yang bertugas di Wilayah Abdya dan Aceh Selatan meminta data dampak banjir kepada Maimun.

Karena merasa tidak dilayani, Ilyas kemudian menuliskan status WhatsApp dalam bahasa Aceh yang berisi: “Kabid Logistik leh mantoeng lam ija selimbot, “Data banjir talake me diperemeun hana”. (Kabid logistik entah masih berselimut dengan kain, data banjir kita minta tidak dilayani).

Setelah Ilyas mempertanyakan maksud balasan statusnya tersebut, Maimun kemudian menghapus semua pesan yang dikirimkan kepada Ilyas, namun sudah terlanjur di-screenshot oleh Ilyas.

Meskipun Ilyas mencoba membalas pesan Maimun, namun tidak mendapatkan balasan yang jelas. Diduga Maimun Sabri memblokir nomor Ilyas.

Karena Whatsapp sudah diblokir, Ilyas berusaha menghubungi Sabri melalui nomor telepon seluler, untuk menanyakan maksud semua komentarnya itu, namun ditelpon juga tidak diangkat. (*)

Editor : Redaksi

Baca Juga :   FJA Abdya Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *