Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Daerah

Petikan Khutbah Jum’at Ustadz Khalidillah “Akhlak Mulia Sang Rasulullah”

240
×

Petikan Khutbah Jum’at Ustadz Khalidillah “Akhlak Mulia Sang Rasulullah”

Sebarkan artikel ini
Ustadz Khalidillah, MA

Jantho – Diam dan berbicara ketika perlu adalah bagian dari akhlak mulia sang Rasul Akhir Zaman. Demikian petikan Khutbah Jum’at Ustadz Khalidillah, MA pada Masjid Al Hidayah Jurong Meusara Agung Gampong Gue Gajah Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar, 26 Rajab 1444 H/17 Februari 2023 M.

Mengawali khutbah Jumat, Khalidillah mengantar sarahannya mengulas firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 21. “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat dengan yang banyak mengingat Allah,” sebut da’i perkotaan ini.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Khalidillah juga mengungkap bahwa sang Rasul, Nabiullah Muhammad bin Abdullah dalam nash yang jelas adalah sosok yang berbudi pekerti luhur. “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur,” ungkap Khalidillah mengutip Surat Al-Qalam, Ayat 4.

Setidaknya, lanjut Khalidillah, ada 27 model akhlak rasul dalam kitab Biografi Lengkap Rasulullah karangan Dr Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki. “Kitab ini menceritakan tentang sebagian dari Akhlak Rasulullah,” sebut sang Khatib.

Uraian utama kitab, menurut Khalidillah, akhlaq Rasul selalu diam dan berbicara ketika perlu. “Rasulullah itu pembicaraannya fasih, ringkas tetapi padat. Bahkan saat berbicara dengan seseorang tubuhnya ikut dihadapkan,” ungkap khatib.

Baca Juga :   Kapolres Abdya Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di SMA 2 Manggeng

Ketika inginkan umat dalam kebaikan dan terlepas dari azab Allah, sebut Khalidillah, Rasul—Hatinya selalu sedih.

“Bahkan, selalu menundukkan pandangan karena tawaddu’ juga Rasul berfikir terus-menerus akan nasib umatnya,” sebut khatib.

Terkait nikmat yang Allah beri, Rasul, sebut khatib — mengajarkan akhlak agar menghargai nikmat sekecil apapun tanpa meremehkannya.

“Akhlak Rasul, Tidak pernah mencela makanan. Apabila suka baginda akan makan. Jika tidak, ditinggalkannya tanpa mencelanya,” sebutnya.

Baca Juga :   BPKP Aceh : Lemahnya Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Masih Terjadi

Pada bagian akhir, Khatib juga menjelaskan bahwa Rasulullah selalu menjauhi tiga perkara, dan ini harus dapat kita ikuti bersama.

“Pertama yang dijauhi yaitu perselisihan, sombong dan segala yang tidak di perlukan,” ungkap khatib seraya meminta jama’ah untuk meningkatkan ketaqwaannya.

Hal lain yang tidak kalah penting untuk ditauladani yaitu akhlak rasul idak pernah mencela & memaki pada orang lain.

“Rasul Tidak pernah membuka rahasia orang lain, serta tidak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala,” tutup khutbahnya. (*)

Reporter : Ridha Yunawardi| Editor : Salman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *