Blangpidie – Atlet anggar putri asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Dhuwi Gresia Aprita, berhasil mengukir prestasi dengan lolos ke babak 32 besar pada ajang Open Fencing Championship yang berlangsung di Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand.

Kabar membanggakan tersebut disampaikan langsung oleh sang pelatih, Suriyanto alias Ryan Zorro, saat diwawancarai dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Meulaboh pada Kamis (18/10/2026).

Turut memperkuat kontingen Indonesia, Dhuwi bertanding pada nomor senjata sabel dan harus bersaing ketat menghadapi sekitar 184 peserta dari berbagai negara.

Setelah berjuang melalui babak penyisihan hingga fase eliminasi, atlet binaan Aceh ini sukses mengamankan posisi di jajaran 32 besar.

“Alhamdulillah, atlet kami berada di 32 besar,” ungkap Ryan saat menjelaskan hasil yang diraih atlet binaannya dalam kejuaraan tingkat internasional tersebut.

ADVERTISEMENT

Ryan menjelaskan, sebelum bertolak ke Thailand, Dhuwi bersama sejumlah atlet Aceh terpilih lainnya telah menjalani pemusatan latihan intensif selama enam bulan di Banda Aceh.

Selama masa pemusatan latihan, para atlet digembleng setiap hari dalam dua sesi, yakni pukul 06.00 hingga 09.00 WIB dan dilanjutkan kembali pada pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Perjalanan menuju panggung internasional ini tidak didapat secara instan, melainkan melalui proses pembinaan dan seleksi berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional.

Para atlet juga mengikuti berbagai kejuaraan untuk mengumpulkan poin sekaligus memperbanyak jam terbang sebelum diberi kepercayaan tampil di tingkat internasional.

Menurut Supriyanto, keberhasilan Dhuwi menembus 32 besar merupakan buah dari kedisiplinan latihan dan kesiapan fisik maupun mental dalam menghadapi tekanan persaingan.

Selain penguasaan teknik, faktor kesiapan mental dan keberanian di arena pertandingan menjadi kunci penting dalam perkembangan seorang atlet anggar.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, pembinaan mental idealnya dibangun sejak usia dini agar atlet terbiasa menghadapi situasi penuh tekanan di lapangan.

Karakter pantang menyerah dan keberanian bertanding tersebut dinilai harus terus diasah melalui pengalaman, baik saat meraih kemenangan maupun ketika harus menerima kekalahan.

Capaian manis di Bangkok ini diharapkan menjadi modal berharga bagi atlet anggar Aceh untuk menatap kompetisi mendatang, termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) di Sulawesi Tengah.

Untuk diketahui, Dhuwi Gresia Aprita merupakan putri dari pasangan M. Yusuf dan Asmidarlis, wa rga Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Penulis: Salman Sy