Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaDaerah

Desa Ladang Abdya Panen 3,5 Ton Udang Vaname dari Dana Ketahanan Pangan

357
×

Desa Ladang Abdya Panen 3,5 Ton Udang Vaname dari Dana Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Keuchik dan perangkat Gampong Ladang, Kecamatan Susoh, Abdya melihat udang vaname yang baru di panen. Foto: Acehglobal/Andi W.

Reporter : Andi. W

Blangpidie – Desa Ladang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil memanen 3,5 ton udang vaname dari kolam terpal yang dibangun menggunakan dana ketahanan pangan dari Dana Desa (DD).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keuchik Gampong Ladang, Kairizal, mengatakan sebagian hasil panen udang vaname tersebut dibagikan kepada seluruh masyarakat desa.

“Sebagian hasilnya kita bagikan untuk warga dalam satu keluarga mendapatkan 1 kilogram, sisanya kami jual untuk kebutuhan modal budidaya udang vaname berikutnya,” kata Kairizal, Minggu (22/10/2023).

Baca Juga :   Dinsos Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir Susulan di Aceh Utara

Ia menjelaskan, kolam untuk budidaya udang vaname dibuat dengan terpal dengan luas 54×24 meter dan letaknya sangat strategis yakni sekitar 200 meter dari bibir pantai desa tersebut.

“Kolam terpal ini kami bangun pada tahun 2022 lalu dengan dana desa bidang ketahanan pangan. Program ini awalnya timbul dari ide Kabag Ops Polres Abdya, AKP Basridar karena melihat potensi yang luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga :   Tiga Bhabinkamtibmas Polres Abdya Terima Penghargaan, Ini Prestasinya

Kemudian, lanjut Kairizal, pada tahun 2023 ini proses budidaya udang tersebut mulai dilakukan dengan melibatkan perangkat desa dan teknisi tambak agar hasil budidaya yang diperoleh menjadi lebih maksimal.

“Setelah empat bulan budidaya, Alhamdulillah, sekarang sudah memasuki masa panen. Hasilnya mencapai 3,5 ton. Sebagian dari hasil itu kami bagi-bagikan ke warga untuk dirasakan manfaat dari dana desa itu,” jelasnya.

Baca Juga :   KKKS Premier Oil Temukan Ladang Minyak dan Gas di Laut Aceh

Keuchik Kairizal mengaku terus berupaya mengembangkan budidaya udang jenis vaname tersebut karena hasil yang diperoleh ketika panen dapat membantu dan mendorong ekonomi masyarakat di desa.

“Budidaya ini terus kami kembangkan, sehingga kedepan keuntungan dari budidaya ini bisa dibelikan ternak Sapi ataupun Kerbau. Saat hari “meugang” dipotong, dagingnya kita bagi-bagikan pada masyarakat,” tutupnya.(*)

Editor : Salman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *