Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaTechno

3 Aplikasi Android Editing Foto dan Video Ini Pencuri Data Segera Dihapus

407
×

3 Aplikasi Android Editing Foto dan Video Ini Pencuri Data Segera Dihapus

Sebarkan artikel ini
Waspada 3 Aplikasi Android Ini Pencuri Data Segera Dihapus
Ilustrasi - Aplikasi Android

ACEHGLOBALNEWS.Com – Bagi pengguna smartphone Android harus waspada saat mengunduh aplikasi yang tersedia di Google Play Store, sebab tak semua aplikasi di dalamnya aman untuk digunakan.

Google baru saja menghapus tiga aplikasi yang terdapat di Google Play Store karena mengandung malware berbahaya dan dapat mencuri data pribadi penggunanya.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketiga aplikasi yang dihapus Google tersebut merupakan aplikasi editing foto dan video, yakni Magic Photo Lab – Photo Editor, Blender Photo Editor – Easy Photo Background Editor, dan Pix Photo Motion Edit 2021.

Baca Juga :   Jokowi Berhentikan Sementara Nurdin Abdullah dari Gubernur Sulsel

Kini ketiga aplikasi itu sudah tidak bisa ditemukan di Google Play Store. Jika ada pengguna yang sudah mengunduh salah satu aplikasi tersebut, lebih baik segera menghapusnya.

Baca Juga :   47 Ribu Anak di Aceh Selatan jadi Sasaran Imunisasi Polio

Dilansir dari BGR India melalui Kompas.com, firma sekuriti siber, Kaspersky menyebutkan, ketiga aplikasi tersebut mencuri informasi kredensial penggunanya melalui login Facebook, yang kemudian digunakan untuk mengakses rekening bank.

Saat ini memang banyak aplikasi yang menerapkan opsi “Login with Facebook”. Opsi tersebut banyak dipilih pengguna agar lebih mudah dan cepat tanpa harus membuat akun  baru.

Baca Juga :   Bappeda dan SKPA Terkait di Aceh Studi Banding Desa Mandiri ke Bali

Sebelumnya, Google sudah banyak menemukan aplikasi berbahaya di Google Play Store. Belum lama ini, Google pun telah menghapus sebanyak 150 aplikasi karena mengandung malware GriftHorse Trojan yang membuat ponsel korban menerima banyak notifikasi berisi pesan mendapatkan hadiah.

Jika link pada notifikasi tersebut diklik, korban akan diarahkan ke situs web yang meminta nomor ponsel dengan dalih verifikasi. (*)