Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
DaerahPeristiwa

50 Hektar Padi Gagal Panen, Petani Iku Lhung Minta Pj Bupati Abdya Turun Tangan

290
×

50 Hektar Padi Gagal Panen, Petani Iku Lhung Minta Pj Bupati Abdya Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

"Kami berharap semoga keluhan yang pernah kami sampaikan kepada pemerintah segera ditindak lanjuti," pinta Jamhir.

Kondisi lahan padi warga di Gampong Iku lhung, Kecamatan Jeumpa, Abdya, yang mengalami gagal panen, akibat banjir luapan. (Foto: Acehglobal / Muhammad Nasir)

Blangpidie, AcehglobalBanjir yang merendam puluhan hektar lahan padi di Gampong Iku Lhung, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah mengakibatkan kerugian besar bagi para petani. Padi yang siap panen terendam air dan tidak bisa diselamatkan.

Para petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Mereka meminta pemerintah untuk melakukan pengerukan sungai dan membangun tebing pemisah agar banjir tidak lagi terjadi.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menurut pengakuan Keujruen Blang, Jamhir, Kamis (8/2/2024), ada sekitar kurang lebih 50 hektar lahan di lokasi persawahan Gampong Iku Lhung yang ditanami padi gagal panen tahun ini akibat terendam banjir.

Jamhir mengatakan, kondisi ini sudah pernah disampaikan kepada Penjabat (Pj) Bupati Abdya tahun lalu. Pj Bupati telah mengirim utusan dari dinas terkait untuk melihat kondisi tersebut, namun belum ada tindak lanjut.

“Tahun lalu, kondisi ini sudah pernah kami sampaikan kepada Bapak Pj Bupati Abdya. Beliau sudah mengirim utusan dari pihak dinas terkait untuk melihat langsung kondisi tersebut. Namun, sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi bagaimana kelanjutannya,” ujarnya.

Menurut dia, solusi untuk mengatasi masalah ini adalah melakukan pengerukan sungai di sekitar kawasan persawahan dan membangun tebing pemisah sepanjang 17 meter untuk memisahkan 4 aliran sungai di kawasan tersebut.

“Kami berharap semoga keluhan yang pernah kami sampaikan kepada pemerintah segera ditindak lanjuti,” pinta Jamhir.

Jamhir juga menambahkan, banjir luapan yang melanda areal persawahan Gampong Iku Lhung sudah terjadi secara berulang, dan bahkan sejumlah rumah warga juga ikut terendam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *