Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menerjunkan alat berat jenis excavator ke Pelabuhan Ujong Serangga, Kecamatan Susoh.

Alat berat ini dikerahkan untuk membantu pengerukan muara atau kolam labuh yang mengalami pendangkalan agar aktivitas nelayan setempat tidak lagi terganggu.

Penurunan alat berat tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Abdya setelah menerima instruksi langsung dari Bupati Abdya, Safaruddin.

Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi, membenarkan penerjunan unit alat berat beserta operatornya untuk mempercepat pengerukan di lapangan.

Menurutnya, pengerukan kolam labuh di Ujong Serangga merupakan penanganan yang sangat mendesak demi kelancaran lalu lintas perahu nelayan.

ADVERTISEMENT

“Iya benar, kami sudah turunkan alat berat dan operator untuk segera melakukan pengerukan kolam labuh di Ujong Serangga, Susoh agar tidak ada lagi hambatan bagi aktivitas nelayan,” ujar Rahwadi, Senin (19/10/2026).

Ia menambahkan, keterlibatan tambahan alat berat dari pemerintah daerah diharapkan dapat menuntaskan proses pengerukan kolam labuh dalam waktu lebih cepat.

ADVERTISEMENT

“Dengan adanya tambahan alat berat dari pemerintah, kita berharap proses pengerukan kolam labuh ini dapat segera selesai,” katanya.

Sementara itu, Panglima Laot Abdya, T Indra Kusuma, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah.

Indra menilai kepedulian Bupati Safaruddin sangat dirasakan oleh para nelayan, meskipun kewenangan pengelolaan Pelabuhan Ujong Serangga saat ini telah berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Bupati. Semoga dengan datangnya tambahan alat berat dari pemerintah daerah, proses pengerukan kolam labuh ini bisa segera selesai,” kata Indra.

ADVERTISEMENT

Selain kepada Pemkab Abdya, Indra turut menyampaikan terima kasih kepada para nelayan yang sebelumnya berinisiatif secara swadaya (patungan) menyewa alat berat.

Ia menyampaikan terimakasih kepada para donatur dan sejumlah anggota DPRK Abdya yang ikut mengulurkan bantuan membantu pengerukan pendangkalan kolam labuh tersebut.

Ia juga mengapresiasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh yang telah meninjau langsung kondisi Pelabuhan Ujong Serangga.

Pihaknya berharap penanganan permanen kawasan pelabuhan tersebut dapat dijadikan prioritas pembangunan pada tahun 2027 mendatang.

“Semoga persoalan ini bisa diprioritaskan pada tahun 2027,” pungkas Indra. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Penulis: Salman Sy