Selain itu, Muhammadiyah telah lama menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kalender ini berfungsi sebagai acuan resmi dalam menetapkan ibadah berbasis penanggalan Hijriah. KHGT mengintegrasikan perhitungan astronomi secara global, sehingga mampu memberikan kepastian waktu yang konsisten.

ADVERTISEMENT

Selain menetapkan ramadhan tahun ini, PP Muhammadiyah dalam maklumatnya juga telah memutuskan jadwal Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini, menurut Majelis Tarjih dan Tajdid, didukung oleh sistem HisabMu. Sistem ini merupakan perangkat hisab digital yang dikembangkan Muhammadiyah untuk meningkatkan akurasi dalam menentukan awal bulan Hijriah.

ADVERTISEMENT

Nahdatul Ulama

Hingga saat ini, /beda-awal-puasa-pemerintah-muhammadiyah-dan-nu-kompak-rayakan-idul-fitri-2-mei-2022/" target="_blank" rel="noopener">Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan secara resmi tanggal awal puasa Ramadan 1447 H karena masih menunggu hasil rukyatul hilal.

Meski demikian, berdasarkan kalender Almanak NU, awal puasa kemungkinan diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Dilansir NU Online, Nahdatul Ulama menetapkan awal Ramadhan menggunakan metode hisab imkan rukyat, yakni perpaduan antara perhitungan astronomi dan pengamatan hilal secara langsung (rukyatul hilal) pada akhir bulan Syaban.

Dalam praktiknya, NU dalam menggunakan metode Hisab Hakiki Imkan Rukyat sebagai alat bantu, menetapkan ketinggian hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat (3-6.4). Hal ini sesuai dengan kriteria terbaru yang ditetapkan oleh Majelis Ulama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

ADVERTISEMENT

Metode penentuan awal bulan Hijriah oleh NU, baik untuk menandai permulaan bulan Ramadhan, Syawal, atau bulan lainnya, didasarkan pada penglihatan bulan secara fisik (rukyatul hilal bil fa’li). Hilal diamati pada hari ke-29 malam ke-30. Jika hilal terlihat, maka itu menandakan awal bulan baru. Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat, maka malam itu masuk tanggal 30.

Pemerintah Republik Indonesia

Pemerintah juga belum menetapkan resmi 1 Ramadhan 2026 sebelum sidang isbat, tetapi perkiraan awal puasa berdasarkan kalender resmi kemungkinan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Editor: Tim Redaksi