Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Ekonomi

Bulog Aceh Terima Tambahan Stok Beras Impor Vietnam 9.800 Ton

0
×

Bulog Aceh Terima Tambahan Stok Beras Impor Vietnam 9.800 Ton

Sebarkan artikel ini
Suasana pembongkaran beras impor di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Infopublik / Istimewa)

Banda Aceh, Acehglobal — Perum Bulog Kantor Wilayah Provinsi Aceh kembali menerima pasokan beras impor untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Kali ini, sebanyak 9.800 ton beras asal Vietnam tiba di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Alhamdulillah, Bulog Aceh kembali mendapat tambahan stok beras impor untuk memenuhi kebutuhan pangan di Aceh,” ungkap Pemimpin Wilayah Bulog Aceh, Saldi Aldryn, di Banda Aceh, Rabu (17/4/2024).

Baca Juga :   Razali Abu: Para Pihak Lalai Perjuangkan Hak Masyarakat dari Penerimaan PI 10 Persen

Saat ini, kata Saldi, kapal yang membawa beras tersebut sedang dalam proses sandar di Pelabuhan Malahayati.

Beras impor itu akan segera dibongkar dan dibawa ke gudang Bulog Aceh. Beras ini diangkut dengan dua kapal terpisah.

Dengan tambahan pasokan ini, total stok beras di gudang Bulog Aceh mencapai 17.900 ton.

Baca Juga :   Ini Penyebab Antrean Panjang dan BBM Sering Kosong di SPBU

Jumlah ini diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan di Aceh hingga tiga bulan ke depan.

“Masyarakat Aceh tidak perlu khawatir, persediaan beras di Bulog yang tersebar di seluruh Aceh sangat cukup untuk memenuhi permintaan di pasaran,” tegas Saldi.

Lebih lanjut, Saldi menuturkan bahwa Bulog Aceh secara rutin menyalurkan bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Aceh.

Baca Juga :   Mendes: Haram Hukumnya BUMDesa Bersaing dengan UMKM dan Usaha Warga

Setiap bulannya, sebanyak 5.300 ton beras didistribusikan kepada KPM di provinsi paling barat Indonesia tersebut.

Sebelumnya, Bulog Aceh juga telah menerima tambahan stok beras impor asal Thailand sebanyak 6.000 ton melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di Aceh.(*)