Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaDaerah

Dinilai Gagal Bangun Lhokseumawe, Mendagri Diminta Ganti Pj Walikota

292
×

Dinilai Gagal Bangun Lhokseumawe, Mendagri Diminta Ganti Pj Walikota

Sebarkan artikel ini
Rizki Fauzan (Foto: Acehglobal/Ist).

LHOKSEUMAWE – Masa jabatan Pj Wali Kota Lhokseumawe akan berakhir pada tanggal 12 Juli nanti dan akan dilakukan perpanjangan untuk satu tahun kedepan.

Berbagai tanggapan masyarakat pun muncul menyikapi berakhirnya SK Pj Wali Kota Lhokseumawe terkait siapa yang akan menjadi orang nomor satu di Kota Lhokseumawe.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Salah satu Tokoh Masyarakat dan Pemuda Kota Lhokseumawe, Rizki Fauzan menyampaikan bahwa Kepemimpinan Pj Wali Kota Imran saat ini telah gagal membangun kota Lhokseumawe.

Menurutnya, Kota Lhokseumawe dibawah kepemimpinan Pj Wali Kota Imran selama ini tidak ada program yang menguntungkan daerah maupun masyarakat kota Lhokseumawe.

“Pak Imran tidak mampu mengelola kota Lhokseumawe menjadi lebih baik justru pemerintahan berjalan stagnan dibawah beliau tidak ada pembangunan apapun bahkan di tahun 2023 ini belum satu pun pekerjaan pembangunan yang dilakukan sehingga perekonomian masyarakat pun tidak terjadi peningkatan,” sebut Rizki Fauzan dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Selasa (11/07/2023).

Baca Juga :   BMA dan BMG Kayee Jatoe Sembelih 35 Ekor Kibas Bantuan BAZNAS RI Di Pidie

Dikatakan lebih lanjut, semestinya jika ada pembangunan maka ekonomi masyarakat menengah akan bergerak. Aktivitas sosial masyarakat juga berjalan normal. Tapi selama ini kita bisa lihat bagaimana reaksi masyarakat baik itu dari kalangan mahasiswa cukup banyak yang bersuara terjadinya penolakan terhadap Kepemimpinan Pj Wali Kota Imran.

“Begitu juga hubungan Walikota dengan DPRK Kota Lhokseumawe beberapa kali memunculkan polemik sehingga kita menilai terjadinya disharmoni antara Eksekutif dan Legislatif lantas bagaimana mereka bisa bekerja untuk pemberdayaan rakyat dan pembangunan daerah,” lanjutnya.

Rizki yang juga merupakan Tokoh Pelajar di PII menilai bahwa kedepan Kota Lhokseumawe sebaiknya di pimpin oleh PJ Walikota yang memahami dunia pendidikan karena Kota Lhokseumawe merupakan daerah yang cukup banyak lembaga pendidikan disini banyak kampus-kampus besar dan selama ini kita akui bahwa keberadaan kampus dengan puluhan ribu jumlah mahasiswa nya telah banyak membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga :   Pj Bupati Abdya Apresiasi Pergelaran Open Tournament PBSI Aceh 2023

Bahkan disaat Pemerintah Kota Lhokseumawe dianggap alpa dalam hal meningkatkan perekenomian pendapatan masyarakat maka kampus hadir menjadi solusi.

Menurutnya, Pj Wali Kota Lhokseumawe kedepan haruslah di pimpin orang-orang yang mampu menjalin hubungan baik dengan semua pihak termasuk salah satu nya dengan lembaga pendidikan yang ada di daerah.

“Dan saya melihat Pj Gubernur Aceh telah merekomendasi kan 3 orang menjadi PJ Walikota Lhokseumawe satu diantara nya bisa kita katakan cukup berperan di dunia pendidikan selama ini dan tentu punya hubungan baik dengan semua lembaga pendidikan di Aceh khususnya Kota Lhokseumawe,” kata Rizki yang juga mantan Ketua PII.

Baca Juga :   Sebanyak 61 Jemaah Haji Abdya Akan Berangkat ke Arab Saudi Dalam 2 Kloter

Kalau Pj Wali Kota imran selama ini, lanjut Rizki, jangan kan membangun hubungan baik dengan pihak luar sementara hubungan beliau dengan DPRK Kota Lhokseumawe saja kurang baik.

“Padahal DPRK merupakan mitra kerja utama Pemerintah kota Lhokseumawe. Sehingga cukup banyak bukti kegagalan imran dalam memimpin Kota Lhokseumawe selama ini dan Mendagri kita minta agar segera mengganti nya dengan orang-orang yang telah di Rekomendasi kan oleh PJ Gubernur Aceh karena kami menilai cukup layak untuk memimpin Kota Lhokseumawe kedepan,” tutup Aktivis yang selama ini aktif bergerak mengkritisi Pj Wali Kota Lhoksemawe.(*)