Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaPendidikan

Dua Sekolah Penggerak di Abdya Kolaborasi Tanam Nilai Kurikulum Merdeka

1465
×

Dua Sekolah Penggerak di Abdya Kolaborasi Tanam Nilai Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini
Aksi kolaborasi ini siswa SMPN 1 Blangpidie dan SMPN 1 Jeumpa dalam bentuk permainan kerjasama tim yang dilaksanakan di Pantai Bali Lestari, Kecamatan Susoh, Abdya, Kamis, (26/10/2023). Foto : Acehglobal/Ist.

Blangpidie – Dua Sekolah Penggerak angkatan I di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yakni SMPN 1 Blangpidie dan SMPN 1 Jeumpa, berkolaborasi dalam pembelajaran untuk menanamkan nilai Profil Pelajar Pancasila (P3) kepada siswanya.

Penguatan nilai karakter P3 tersebut berorientasi pada dimensi berkebhinekaan global, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aksi kolaborasi ini pun direspons antusias oleh siswa karena kegiatannya berbentuk permainan kerjasama tim yang dilaksanakan di Pantai Bali Lestari, Kecamatan Susoh, pada Kamis, (26/10/2023).

Kegiatan ini mengusung konsep pembelajaran yang target capaiannya adalah mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

Dari konten kolaborasi pembelajaran ini syarat makna kepemimpinan, bekerja dalam bentuk tim, membangun strategi untuk mencapai tujuan bersama, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk membuat mereka berdaya saing di lingkungan sendiri.

Baca Juga :   FPMPA Apresiasi Polda Aceh Ungkap Penimbunan BBM Bersubsidi

Hal ini tentu sejalan dengan tujuan besar Kurikulum Merdeka yaitu, melahirkan generasi Profil Pelajar Pancasila yang punya enam dimensi karakter penting, empat diantaranya ditanamkan dalam kegiatan ini.

Fasilitator Sekolah Penggerak, Zulfikar, turut hadir dalam kegiatan ini. Ia menilai kegiatan ini sangat positif dan perlu diimbaskan kepada lingkungan sekitar.

“Kolaborasi membuat kita berproses lebih baik. Menurut saya kegiatan pembelajaran kolaborasi ini perlu dilakukan lebih banyak sekolah,” kata Zulfikar.

Konsep kegiatan ini diwujudkan lewat aksi permainan kerjasama tim yang membagi 30 orang siswa menjadi dua kelompok suku. Masing-masing suku beranggotakan 15 orang siswa yang sudah dicampur dari kedua sekolah tersebut. Setiap suku punya misi yang sama, yaitu saling mengambil dokumen rahasia milik suku lawan yang keberadaannya disembunyikan.

Baca Juga :   100 Kepala Keluarga di Gampong Cot Jeurat Terima BLT DD September

Untuk menjalankan misinya, secara teknis kedua suku wajib memilih tiga orang yang punya peranan penting di suku mereka. Ada 1 orang kepala suku yang dipilih sebagai pengambil keputusan, 1 orang jurubicara untuk membangun hubungan diplomatis antarsuku, dan 1 orang pemimpin perang untuk menyusun serta melancarkan serangan ke tim lawan.

Para guru Narasumber Berbagi Praktik Baik (NSBPB) selanjutnya bertugas melakukan asesmen untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan peningkatan kemampuan siswa secara kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Penilaian dilakukan dengan mengobservasi perkembangan siswa mereka masing-masing pada lembar kerja observasi peserta didik yang memuat empat dimensi P3.

“Meski tidak bisa dilihat dalam satu-dua hari, tapi pasti akan ada dampak baik bagi pembentukan dan pengembangan karakter siswa di masa mendatang,” jelas Zulfikar.

Baca Juga :   Sempat Ditahan, Kunci Rumah Bantuan di Abdya Sudah Diserahkan Kepada Penerima

Aksi kolaborasi pembelajaran ini menjadi yang perdana untuk dua sekolah penggerak angkatan I di jenjang SMP se-Abdya. Kolaborasi ini sekaligus menjadi silaturahmi bagi dua sekolah tersebut yang sudah berada di tahun ketiga sebagai Sekolah Penggerak.

Kepala Sekolah SMPN 1 Blangpidie, Muhammad Wahyu, menyampaikan rencana tindak lanjut dari kolaborasi ini semoga berimbas dan semakin akbar kegiatannya.

“Kita akan coba terus melakukan kolaborasi antara SMPN 1 Blangpidie bersama SMPN 1 Jeumpa selaku Pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan I dan bahkan mungkin akan kita ajak bersama juga SMP lainnya dari PSP angkatan II dan III sebagai pengimbasan dari kegiatan kolaborasi ini,” kata Wahyu. (*)

Editor : Salman

Simak berita dan artikel lainnya di Google News