Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaDaerahSains

Kabid Distanpan Abdya Uji Coba Pemanfaatan Kulit Jengkol jadi Pestisida Alami

0
×

Kabid Distanpan Abdya Uji Coba Pemanfaatan Kulit Jengkol jadi Pestisida Alami

Sebarkan artikel ini

Reporter : M. Nasir | Editor : Salman

Blangpidie, AcehGlobalNews – Salah satu kabid di Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Hendri Yadi, STP, membuat inovasi baru dengan menanam kulit jengkol pada lubang tanam cabe dan tumpang sari pembibitan jengkol dengan budidaya tanaman cabe.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Uji coba memanfaatkan kulit jengkol tersebut yang menghasilkan bau menyengat diprediksi dapat menghilangkan beberapa jenis hama pada tanaman seperti semut, lalat, belalang dan serangga-serangga kecil lainnya.

Baca Juga :   Terus Berlanjut, 38 Kantong Darah Terkumpul dari ASN BPSDM Aceh

“Yang kami lakukan ini masih tahap uji coba, mudah mudahan bau menyengat dari tanaman jengkol dapat benar-benar berfungsi menjadi pestisida yang dapat mengusir hama pada tanaman,” kata Hendri Yadi, Kamis (5/1/2023).

Hendri menjelaskan, pada lokasi uji coba tersebut ia menanam empat varietas cabe dengan tujuan untuk melihat varian bibit mana yang lebih unggul.

Baca Juga :   Agen Chip Higgs Domino Diringkus Polisi Tanpa Perlawanan

“Keempat jenis bibit ini kita perlakukan sama, dengan metode yang sama, perawatan yang sama dan pupuk juga sama, tapi kita belum bisa pastikan apakah hasilnya bisa sama,” terang dia.

Untuk saat ini, ia mengaku belum berani mengajak petani, dikarenakan, inovasi ini masih tahap uji coba dan akan terus dikembangkan lebih kurang selama 3 kali penanaman.

“Jangan dulu ditiru, saya masih butuh waktu yang panjang untuk membuktikan ini layak diikuti atau tidak, kita belum berani mengajak rekan petani mengikuti hal yang sama,” sebut Hendri.

Baca Juga :   Catat! Ini Jadwal Turun ke Sawah Petani MT Gadu 2022 di Abdya

Saat ini, kata Hendri, tanaman cabai yang telah telah ditanaminya sudah berbuah lebat dan tumbuh maksimal.

“Ya, saya melihat 4 Varietas bibit tersebut tumbuh dengan baik, baik varian lokal, king cili, printis maupun akar. Jadi sejauh ini masih terlihat sama, tumbuh dengan baik” pungkasnya. (*)