Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Religi

Khutbah Jum’at Esok 3 Maret, Ustadz Mardhatillah: Hindari Balas Dendam!

273
×

Khutbah Jum’at Esok 3 Maret, Ustadz Mardhatillah: Hindari Balas Dendam!

Sebarkan artikel ini
Ustadz T Mardhatillah

Aceh Besar – Kasi Bimbingan dan Pelatihan UPTD PPQ Dinas Syariat Islam Aceh Ustaz T. Mardhatillah mengajak jamaah saling menjaga sikap, agar tidak menyakiti orang lain, baik dari segi perkataan dan perbuatan.

Jika sudah terlanjur bersalah segera meminta maaf, saling memaafkan, dan bersabar, karena itu lebih baik nilainya di sisi Allah, sekaligus untuk menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hal itu akan disampaikan T Mardhatillah dalam khutbah Jum’at esok di Masjid Besar Abu Indrapuri Kabupaten Aceh Besar, 3 Maret 2023 bertepatan 11 Sya’ban 1444 H.

“Menjelang bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah, marilah kita saling memaafkan, bersihkan hati, ikhlaskan niat, hilangkan benci dan dengki, agar di bulan Ramadhan nanti kita sudah siap lahir dan batin,” pintanya.

T Mardhatillah menguraikan, dalam kehidupan ini manusia pasti berinteraksi dengan sesama manusia, terutama keluarga, tetangga, sahabat, teman kantor, dan lainnya. Dalam interaksi tersebut, sekali dua akan terjadi gesekan yang pada akhirnya menimbulkan tindakan yang tidak diinginkan, bisa jadi berupa kata-kata kasar, hinaan atau bahkan sampai kepada kekerasan fisik dan psikis.

Baca Juga :   Syukur Trik Menggapai Nikmat

Sebagai manusia biasa dipastilah tidak akan terima jika dihina, dibully atau dianiaya, akan terbesit di hati keinginan membalas perlakuan tersebut.

“Oleh karena itu, dalam tuntunan Islam dijelaskan bagaimana sikap menghadapi penghinaan dan penganiayaan itu,” ujar Ketua Forum Ukhuwwah Qari dan Hafizh Aceh ini.

Dalam surat An Nahlu ayat 126 Allah Swt berfirman, “Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.”

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan maksud ayat ini. Allah Swt memerintahkan berbuat adil dalam qisas (pembalasan) dan seimbang dalam menunaikan hak, seperti yang disebutkan dalam riwayat Abdur Razzaq, dari As-Sauri, dari Khalid, dari Ibnu Sirin yang telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: “Maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu”. (QS An-Nahl: 126)

Baca Juga :   Ini Link Murotal Al Quran 30 Juz, Tinggal Play Saja di HP

Asy-Sya’bi dan Ibnu Juraij mengatakan, ayat ini diturunkan berkenaan dengan ucapan kaum muslimin dalam perang Uhud sehubungan dengan orang-orang mereka yang gugur dalam keadaan tercincang. Mereka mengatakan, “Sungguh kami akan mencincang mereka sebagaimana mereka mencincang kami.” Lalu Allah Swt menurunkan ayat-ayat berkaitan dengan hal tersebut.

T Mardhatillah menjelaskan, bahwa Abdullah (putra Imam Ahmad) mengatakan, di dalam kitab musnad ayahnya, telah menceritakan kepada kami Hudbah ibnu Abdul Wahhab Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Ubaid, dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka’ab yang mengatakan, bahwa dalam Perang Uhud telah gugur dari kalangan Anshar sebanyak enam puluh orang lelaki, sedangkan dari kalangan Muhajirin hanya enam orang. Maka para sahabat Rasulullah saw berkata, “Seandainya kita mendapat kemenangan dalam perang berikutnya dari orang-orang musyrik, sungguh kami akan balas mencincang mereka.”

Selanjutnya, ketika hari kemenangan atas kota Mekah terjadi, seorang lelaki berkata, “Sesudah hari ini Quraisy tidak akan dikenal lagi.” Maka terdengarlah suara seruan yang mengatakan, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah memberikan jaminan keamanan kepada semua orang, baik yang berkulit hitam maupun yang berkulit putih, kecuali si anu dan si anu. Disebutkan nama sejumlah orang yang dimaksud.

Baca Juga :   Aceh Besar Rilis 70 Khatib dan Imam Shalat Jum'at 27 Januari 2023 Esok

Allah Swt menurunkan firman-Nya: Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian. (QS An-Nahl: 126). Dan Rasulullah saw bersabda: “Kami akan bersabar dan tidak akan membalas”.

T Mardhatillah mengatakan, ayat ini mempunyai persamaan dengan ayat-ayat lain, yang intinya mengandung perintah bersikap adil dan dianjurkan bersikap pemurah (pemaaf), seperti yang disebutkan dalam firman-Nya: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa”. (QS Asy-Syura: 40)

Karena itu, sekali lagi T Mardhatillah mengimbau kaum muslimin menjaga sikap, agar tidak menyakiti orang lain dengan perkataan dan perbuatan. Jika sudah terlanjur bersalah segera meminta maaf, saling memaafkan, dan bersabar. “Hindari dan jangan saling balas dendam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ridha Yunawardi | Editor : Salman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *