Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaDaerah

Miris, Petani 8 Gampong di Abdya Perbaiki Sendiri Talang Irigasi Yang Patah

742
×

Miris, Petani 8 Gampong di Abdya Perbaiki Sendiri Talang Irigasi Yang Patah

Sebarkan artikel ini
Para petani dalam 8 Gampong di Kecamatan Blangpidie dan Jeumpa, Abdya memperbaiki sendiri talang saluran irigasi yang telah patah di Gampong Seunaloh, Sabtu (24/6/2023). Foto: Acehglobal/Istimewa.

BLANGPIDIE – Para petani dalam delapan (8) Gampong di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpaksa harus memperbaiki sendiri talang irigasi yang telah patah.

Mirisnya, talang irigasi yang terletak di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie itu diperbaiki menggunakan uang petani sendiri dan pengerjaannya juga dilakukan secara gotong royong oleh petani, Sabtu (24/6/2023).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jika talang irigasi tersebut tidak segera diperbaiki, maka resikonya para petani tidak bisa membajak sawah mereka dikarenakan air yang tidak bisa dialirkan ke sejumlah lahan persawahan.

Baca Juga :   Kadisdik Nagan Raya Bersama Puluhan Kepsek Ikut Jum'at Curhat dari Polres

Imum Mukim Guhang, Anasmiadi mengatakan, talang irigasi yang sedang diperbaiki petani itu fungsinya untuk mengalirkan air ke areal persawahan yang terletak pada dua Kemukiman, yakni Guhang Kecamatan Blangpidie dan Iku Lhung, Kecamatan Jeumpa.

“Ada 8 Gampong dalam dua Kemukiman itu sangat membutuhkan akses air untuk lahan persawahan diantaranya Gampong Seunaloh, Guhang, Lhung Asan, Lhung Tarok, Cot Jirat, Ladang Neubok, Asoe Nanggroe dan Gampong Padang Geulumpang,” sebutnya.

Dikatakannya, jika talang saluran irigasi yang telah patah itu tidak secepatnya diperbaiki oleh para petani dan Keujrun Blang dalam wilayah tersebut, maka tahapan turun sawah Musim Tanam Rendengan Tahun 2023 akan ikut terkendala.

Baca Juga :   IMM Abdya Nyatakan Sikap Siap Bergembira di Musyda Jantho

“Harapan kami para petani kepada pemerintah terkait jangan tutup mata dan dapat segera mengambil sikap. Ini penting karena berkaitan langsung dengan program nasional, yakni ketahanan pangan Indonesia,” kata Anasmiadi.

Untuk biaya perbaikan saluran irigasi itu, para petani dalam 8 Gampong tersebut terpaksa harus mengeluarkan uang sendiri yang dikumpulkan secara swadaya melaui Keujrun Blang masing-masing.

“Benar, anggaran yang kita pakai ini adalah dari swadaya dari para petani dalam delapan Gampong,” imbuh Mukim Anasmiadi.

Secara terpisah, Kabid Perairan Dinas PUPR Abdya, Sabri SE saat dikonfirmasi awak media mengatakan biaya operasional perbaikan (BOP) saluran irigasi biasanya setiap tahun ada, namun untuk tahun 2023 ini belum ada informasi dari Kementerian.

Baca Juga :   RKCA Minta Rekrutmen Aparatur Desa di Nagan Raya Transparan

“Aturannya BOP irigasi tersebut tiap tahun ada, namun untuk tahun ini kabar dari petugas belum turun dari Kementerian,” sebut Sabri.

Menjawab permintaan dari para masyarakat yang menginginkan pembangunan baru untuk talang irigasi yang sudah patah itu, Sabri menyatakan bahwa pengusulan rencana pembangunannya sudah dinaikkan.

“Pihak kita sudah mengusulkan untuk pembangunan. Namun belum dapat dipastikan ini akan realisasinya kapan,” pungkasnya.(*)

Editor: Salman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *