Hendra menyebutkan, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi publik yang menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pegiat kepemiluan, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat.
Lebih lanjut, kata Hendra, diskusi tersebut bertujuan merefleksikan pelaksanaan Pemilu 2024 sekaligus membahas mendiskusikan relasi antara nilai-nilai Islam, praktik politik, dan demokrasi di Indonesia, khususnya di Abdya.
Para peserta berdialog mengenai dinamika politik lokal, tantangan demokrasi, dan bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi landasan etika dalam praktik politik yang berintegritas di Abdya.
“Melalui kegiatan refleksi kritis ini, kami berharap muncul gagasan segar untuk memperkuat budaya demokrasi dan meningkatkan literasi politik masyarakat, serta mendorong praktik politik yang lebih beretika dan bertanggung jawab di kabupaten Abdya,” harap Hendra.
Selain itu, kata Hendra, diskusi tersebut juga menyoroti berbagai pengalaman dan pembelajaran dari penyelenggaraan Pemilu 2024, termasuk pentingnya peran masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif guna memastikan proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, dan transparan.
“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi lembaga dan seluruh masyarakat Abdya dalam mengawal kualitas demokrasi ke depan,” pungkas Hendra. (*)

Tinggalkan Balasan