Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaDaerah

Pemkab Aceh Utara Diminta Segera Rampungkan Proyek Irigasi Krueng Pase

167
×

Pemkab Aceh Utara Diminta Segera Rampungkan Proyek Irigasi Krueng Pase

Sebarkan artikel ini

Aceh Utara, AcehGlobalNews.com — Akibat proyek irigasi Krueng Pase di Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara yang belum rampung sampai saat ini, menyebabkan ribuan petani di sembilan Kecamatan terancam tidak bisa turun sawah.

Bukan hanya itu, sudah empat kali musim tanam petani kekurangan pasokan air yang bersumber dari Krueng Pase.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketua Majelis Pemuda Islam Nangroe Aceh (Madinah) Wilayah Pase Tgk. Irfandi meminta kepada Pemkab Aceh Utara lebih serius dalam menangani proyek irigasi Krueng Pase itu.

Baca Juga :   Gampong Durian Rampak Susoh Gelar Musrenbang Desa TA 2022

Menurutnya, kalau proyek irigasi Krueng Pase lamban dikerjakan, maka akan berdampak lebih serius terhadap nasib dan mengancam mata pencaharian ribuan petani dalam sembilan Kecamatan di Aceh Utara.

“Dalam hal ini saya mengapresiasi Pj. Bupati Aceh Utara yang sudah turun kelapangan pada 4 Agustus kemarin, tetapi juga perlu diminta untuk lebih fokus dalam menangani masalah ini, menyangkut hajat hidup masyarakat yang mayoritas petani sebagai sumber mata pencaharian,” kata Tgk Irfandi, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga :   P2K Padang Hilir Susoh Tetapkan DPT Pilchiksung

Pria yang biasa disapa Panglima Tani itu lebih lanjut mengatakan, proyek ini sudah menghabiskan banyak biaya yang bersumber dari APBN 2022 yaitu 44 milyar lebih. Ia berharap proyek itu segera rampung agar petani bisa kembali menggarap lahan sawahnya yang sudah kering.

Selain itu, dirinya juga berharap harus ada kepastian serta progres yang cepat dalam penyelesaian proyek irigasi Krueng Pase ini. Sarannya, bila memang perlu dikaji kembali silahkan di undang tim ahli serta Kementerian PUPR RI untuk turun tangan supaya masalah ini cepat teratasi.

Baca Juga :   Menkominfo: Sudah Setengah Juta Situs Judi Online Di-Take Down

Tgk Irfandi mengatakan apabila proyek tersebut terus diperlambat akan berdampak kepada krisis pangan, serta perekonomian Aceh Utara menjadi memburuk.

“Ini juga merupakan tugas mulia dan utama karena menyangkut tentang misi penyelamatan roda perekonomian rakyat Aceh Utara di sembilan Kecamatan tersebut, bagaimana mencari solusi secepatnya sehingga rampung dalam tahun ini untuk mengairi 8.922 hektare sawah petani,” tutur Panglima Tani.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *