Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaDaerah

PKK Mon Mameh Abdya Gelar Pelatihan Seni Merangkai Janur

175
×

PKK Mon Mameh Abdya Gelar Pelatihan Seni Merangkai Janur

Sebarkan artikel ini
Tim PKK Gampong Mon Mameh Kecamatan Setia, Kabupaten Abdya) menggelar pelatihan seni merangkai janur (Rumpun Biluluk), Sabtu, (13/1/2024). Foto : Acehglobal/Salman.

Blangpidie, Acehglobal — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Gampong Mon Mameh Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar pelatihan seni merangkai janur (Rumpun Biluluk), Sabtu, (13/1/2024).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Keuchik Mon Mameh tersebut diikuti sebanyak 50 orang peserta perempuan yang merupakan warga setempat.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seni merangkai janur dalam masyarakat ‘Bumoe Breuh Sigupai’ biasanya sering dijumpai saat acara ‘Manoe Pucok‘, yang salah satu perlengkapannya adalah rumpun ‘Biluluk’.

Menurut Ketua PKK Gampong Mon Mameh, Hindon, kegiatan pelatihan seni merangkai janur (rumpun ‘Biluluk) diharapkan mampu mengembangkan seni kerajinan dikalangan masyarakat Mon Mameh.

“Tradisi membuat kerajinan seperti itu, saat ini mulai langka dikalangan masyarakat, maka kami mencoba untuk membangkitkan kembali melalui pelatihan ini sehingga tradisi merangkai janur saat acara pernikahan serta acara besar lainnya dapat dilestarikan,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan berbagai macam teknik merangkai janur, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik yang telah diajarkan.

Ketua PKK Kecamatan Setia, Martini, dalam sambutannya mengharapkan agar peserta dapat dengan serius mengikuti pelatihan tersebut sehingga tradisi merangkai Janur dapat dikembangkan dan dilestarikan.

“Diharapkan para peserta dapat mengikuti dengan serius pelatihan ini, sehingga tradisi merangkai Janur dapat dikembangkan dan dilestarikan,” harapnya.

Selain itu, untuk mendukung kemajuan produk lokal, Martini juga mengajak semua pihak untuk mencintai dan menggunakan produk lokal.

“Jangan hanya sekedar bangga saja, tapi juga pakai dan gunakan juga jasa pengrajin lokal,” tegasnya.

Pelatihan seni merangkai janur ini merupakan salah satu upaya PKK Mon Mameh untuk melestarikan budaya lokal.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan tradisi merangkai janur dapat terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda,” kata Martini. (*)

Editor: Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *