Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaDaerah

Suara Hati Aktivis Gaungkan Urgensi Pengendalian Rokok

347
×

Suara Hati Aktivis Gaungkan Urgensi Pengendalian Rokok

Sebarkan artikel ini

Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) dan Hari Lingkungan Hidup, Padebooks bekerja sama dengan The Aceh Institute mengundang para aktivis dan masyarakat untuk mendiskusikan urgensi pengendalian rokok.

Kegiatan yang dinamai Suara Hati Aktivis tersebut mengangkat tema “Menghadirkan Lingkungan yang Sehat Di Kota Banda Aceh: Urgensi Pengendalian Rokok.” Acara tersebut dilakukan secara virtual pada Minggu, (5/6/2022).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kegiatan diskusi ini juga merupakan kajian kritis terhadap komitmen dan implementasi Qanun Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Aceh dan Kota Banda Aceh yang telah disahkan.

Baca Juga :   Cegah Covid-19, Babinsa Kodim Abdya Gencar Lakukan Edukasi Prokes

Sebagai pembicara, hadir Heru Syahputra, selaku Project Manager Tobacco Control Aceh Institute 2019-2022 yang sudah aktif dalam Tobacco Control advokasi dan penelitian sejak 2018.

Kemudian pembicara kedua, M Iqbal Amin, yang merupakan dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang sedang bertugas di RSUD Tgk Chik Di Tiro, Sigli.

Dan, pembicara ketiga yakni, Agam Khairul Fajry yang merupakan Duta Wisata saat ini sedang menempuh Pendidikan master di Universitas Gadjah Mata (UGM).

Menurut Heru Syahputra selaku aktivis yang sudah ambil ikut bagian dalam advokasi KTR di Aceh dan Banda Aceh ini, Peran aktif masyarakat dan Gerakan anti rokok memiliki peran yang sangat penting dalam mensosialisasikan KTR.

Baca Juga :   3 Aplikasi Android Editing Foto dan Video Ini Pencuri Data Segera Dihapus

“Hal yang harus dipikirkan dalam konteks Tobacco (tembakau) dan sejenis rokok ini adalah masa depan anak-anak kita, dan generasi kedepannya” ujarnya.

Sementara itu, M Iqbal Amin, menjelaskan bahayanya rokok kepada peserta yang mayoritas anak-anak muda Aceh, dimana tembakau dalam rokok mengandung beragam zat yang berpotensi merusak sistem tubuh sehingga menyebabkan sakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya.

Pada kesempatan itu dokter spesialis jantung tersebut memaparkan strategi cara berhenti merokok, “SET waktunya, CHOOSE berhenti total, DECIDE konsultasi pada dokter, PREPARE merencanakan caranya, QUIT pikirkan lagi tugasnya, dimana dukungan keluarga dan lingkungan sekitar,” terang dokter yang sedang bertugas di RSUD Tgk Chik Di Tiro, Sigli, tersebut.

Baca Juga :   Pemkab Aceh Utara Diminta Segera Rampungkan Proyek Irigasi Krueng Pase

“Its Never Too late to quit (Tidak ada kata terlambat untuk berhenti,” serunya.

Dalam kesempatan yang sama, Agam Khairul Fajry mengatakan pentingnya menciptakan sektor pariwisata budaya, sejarah, bahari apalagi Aceh merupakan destinasi wisata halal yang ramah lingkungan dan bebas asap rokok.

“Sampah puntung rokok di perairan Indonesia setara dengan 60 kolam ukuran Olimpiade,” ujarnya mahasiswa Pascasarjana UGM tersebut.

“Meminta orang untuk berhenti merokok sama hal seperti merubah tabiat makan nasi,” pungkasnya.(*)