Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

23 Calon Praja IPDN Asal Aceh Dilepas ke Jatinangor

238
×

23 Calon Praja IPDN Asal Aceh Dilepas ke Jatinangor

Sebarkan artikel ini
Mewakili Pj Gubernur Aceh, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si, saat melepas keberangkatan 23 Calon Praja IPDN asal Aceh, di Aula Badan Kepegawaian Aceh, Banda Aceh, Senin, (7/ 8/2023).

BANDA ACEH – Penjabat Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar AP., melepas keberangkatan 23 Calon Praja IPDN asal Aceh di Aula Badan Kepegawaian Aceh, Senin (7/8/2023).

Para lulusan SMA/MA/SMK ini akan menjalani pendidikan selama empat tahun di Kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor Jawa Barat.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Salam dan selamat dari Bapak Gubernur dan Pak Sekda. Kami yakin dan percaya kalian adalah lulusan terbaik. Karena itu, tunjukkan bahwa kalian pantas untuk menempuh pendidikan di Kampus IPDN,” kata Iskandar.

Iskandar menekankan agar mereka menempuh pendidikan dengan rajin dan semangat. Kampus IPDN, menurut Iskandar, bukanlah tempat wisata melainkan tempat pendidikan bagi calon-calon ASN yang tangguh, kuat, visioner, dan melayani.

Baca Juga :   Wakil Ketua DPRA, Safaruddin Hadiri Haul ke-63 Abuya Syeikh Muda Waly

“Kepada anak-anak semua, semua strata sosial apapun yang ada pada orang tua, mulai hari ini tanggalkan. Semua berawal dari nol sejak hari ini. Kami memberikan kepercayaan penuh kepada kalian semua sebagai duta Aceh untuk melanjutkan pendidikan di Jatinangor,” kata Iskandar.

Selain itu, Iskandar menitipkan pesan agar calon Praja IPDN selalu menjaga ibadah utamanya, yaitu salat lima waktu. Mereka juga diharapkan kompak dalam menempuh pendidikan di Jatinangor.

Baca Juga :   Buka FGD Penanggulangan Kemiskinan, Ini Kata Pj. Bupati Nagan Raya

“Kalian harus kompak dan saling mendukung. Tantangan berikutnya bagi kalian adalah lulus menjadi pamong praja,” pesannya.

Untuk mendukung para calon praja tersebut, pemerintah Aceh memberikan tiket keberangkatan serta koper berisi perlengkapan seragam. (*)