Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaDaerah

Aceh Kirim 1,3 Ton Kopi Arabika Gayo ke Negara Asia dan Eropa

377
×

Aceh Kirim 1,3 Ton Kopi Arabika Gayo ke Negara Asia dan Eropa

Sebarkan artikel ini

GLOBAL BANDA ACEH – Sebanyak 1,3 ton kopi arabika gayo kembali diekspor ke luar negeri, Jumat 31/12/2021). Kali ini ekspor dilakukan dengan tujuan negara dari Benua Asia dan Eropa.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, mengatakan pengiriman komoditi kopi dari Gayo tersebut dilakukan dalam kegiatan Gebyar Ekspor Tutup Tahun, melalui Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Alhamdulillah hari ini ada 1,3 ton kopi arabika gayo yang diekspor ke Jepang, Taiwan, Malaysia dan Inggris. Secara keseluruhan pada Desember ini, Aceh berkontribusi senilai 9,8 miliar rupiah, sejak tanggal 1 hingga 31 Desember hari ini,” kata Cut Huzaimah dalam keterangannya di Banda Aceh, Jumat (31/12/2021).

Baca Juga :   Mantab! BUMDes Jamboe Seumikee Kantongi Sertifikat Kemenkumham

Dia menyebutkan proses pengiriman produk ekspor tersebut dilakukan dalam rangka Gebyar Ekspor 31 Desember. Meski seremonial acara dilaksanakan di tengah hujan lebat, kegiatan tersebut berlangsung sukses.

Baca Juga :   Jembatan Tua di Gampong Cot Jeurat Abdya Butuh Sentuhan Pemerintah

Cut Huzaiman menjelaskan, di seluruh Indonesia, nilai total ekspor pada Desember ini adalah 14,4 triliun. Pada skala nasional, prosesi ekspor produk Indonesia dilakukan secara seremonial di Pelabuhan Laut Makassar, oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dari Pelabuhan Laut Makassar, Sigit menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta kepada gubernur, bupati, wali kota untuk menggali potensi ekspor di wilayahnya, khususnya di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan. Menurutnya, hal itu dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian unggulan Indonesia di dunia.

Baca Juga :   Sejumlah Pejabat Polres Abdya Diganti, Iptu Rifki Jabat Kasat Reskrim

Sigit menyebutkan, tidak hanya ketahanan pangan tapi bagaimana meningkatkan daya saing komoditas pertanian yang berkelanjutan dengan lima strategi yaitu peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolda Aceh yang diwakili oleh Direskrimsus Polda dan kepala UPT Karantina Aceh. (*)