Sebelum pengumuman resmi tersebut, berbagai observatorium astronomi di Arab Saudi telah melakukan pemantauan hilal sejak matahari terbenam. Proses ini mendapat perhatian luas dari media karena menjadi penentu momen penting bagi umat Islam.

ADVERTISEMENT

Namun, kondisi cuaca yang berawan di sejumlah wilayah dilaporkan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hilal tidak dapat teramati. Hal ini turut memengaruhi hasil akhir penetapan awal Syawal.

Sebelumnya, otoritas Arab Saudi juga telah mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam pengamatan hilal. Partisipasi publik ini menjadi bagian dari tradisi dalam proses penentuan awal bulan Hijriah di negara tersebut.

ADVERTISEMENT

Seiring dengan penetapan Idul Fitri, pemerintah Arab Saudi turut mengumumkan jadwal libur nasional bagi pegawai sektor pemerintah dan swasta. Libur tersebut dimulai sejak Rabu (18/3/2026) dan berlangsung selama empat hari di seluruh wilayah kerajaan.

Arab Saudi memulai puasa Ramadan sehari lebih dulu dibanding Indonesia. Pemerintah Indonesia akan mengadakan pemantauan hilal/sidang isbat penentuan Idul Fitri pada Kamis (19/3) petang besok. (*)

ADVERTISEMENT
Editor: Tim Redaksi