Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Daerah

Buka AESCO MAN 1 Abdya, Sekda Pertanyakan Kursi Tamu Kosong, Ada Apa?

878
×

Buka AESCO MAN 1 Abdya, Sekda Pertanyakan Kursi Tamu Kosong, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Sekda Abdya, Salman Al Farisi melakukan pemotongan pita pada pembukaan acara AESCO 4 MAN 1 Abdya. Sekda didampingi Ketua DPRK Nurdianto dan Kapolres AKBP Dhani Catra Nugraha, Rabu (1/2/2023). (Foto: Acehglobalnews/NASIR)

Blangpidie – Ditengah meriahnya prosesi pembukaan Festival AESCO ke-4 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2023. Sekda Abdya, Salman Alfarisi, mempertanyakan banyaknya kursi tamu kosong yang tidak terisi dalam acara tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, seharusnya kegiatan ini didukung oleh semua stakeholder yang ada di Abdya, termasuk Dinas Pendidikan kita. Tapi, kami mulai faham setelah duduk dengan Ketua DPRK, ternyata ini yang membuat adanya bangku tamu yang dibiarkan kosong,” ungkap Salman dalam sambutannya pada pembukaan AESCO 4 MAN 1 Abdya, Rabu (1/2/2023).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekda menyampaikan hal itu karena mengingat tidak hadirnya pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya pada pergelaran acara tersebut. Meskipun, kata dia, kegiatan AESCO ini dibawah kendali Kementerian Agama (Kemenag), namun kehadiran Disdikbud Abdya sangatlah diperlukan.

Padahal, tambah Sekda, Pemkab Abdya tidak pernah membeda-bedakan antara setiap sekolah, baik sekolah yang berada dibawah Kemenag, maupun sekolah dibawah naungan instansi Dinas Pendidikan.

Baca Juga :   Anggota DPRK Abdya Ikhsan Serahkan Bantuan 4 Unit Cultivator untuk Kelompok Tani

“Perlu diketahui pendidikan ini bukan hanya jadi beban Dinas Pendidikan saja, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Sekda Salman mengaku akan memberikan laporan perihal masalah itu kepada Pj Bupati Abdya. Dan ia berharap miskomunikasi yang terjadi antara Dinas Pendidikan dan Kemenag Abdya segera diluruskan.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRK Abdya, Nurdianto secara terpisah melalui sambungan telepon kepada Acehglobalnews menyampaikan, bahwa Kemenag dan Disdikbud Abdya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam dunia pendidikan.

Baca Juga :   Kacabdisdik Abdya Kirim Siswa Berprestasi ke Tingkat Provinsi Aceh

Politisi tampan dari Demokrat ini mengharapkan agar kedua instansi pemerintah tersebut dapat saling berkoordinasi dan berkolaborasi demi memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Kenyataannya yang terjadi hari ini, kita lihat sepertinya Disdikbud Abdya tidak siap dalam berkompetisi,” imbuh Nurdianto.

Untuk mencari titik terang prahara miskomunikasi yang terjadi antara kedua instansi tersebut, Acehglobalnews kemudian mencoba menanyakan hal itu melalui Asistennya Disdikbud Kabupaten Abdya. Namun, Ia hanya menjawab singkat “Saya tidak tau, saya tidak faham.” (*)

Editor : Salman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *