Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengajak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) membangun kemitraan dengan pemerintah pusat guna memperkuat sektor pertanian di daerah itu.

ADVERTISEMENT

Ajakan tersebut disampaikan Safaruddin saat acara pelantikan pengurus DPD TMI Abdya periode 2025–2026 di Aula Tgk Dikila Kantor Bapperida Abdya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menilai kolaborasi lintas level pemerintahan menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

ADVERTISEMENT

“Mari sama-sama kita bangun kemitraan dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian,” kata Safaruddin.

Menurut Safaruddin, Pemerintah Kabupaten Abdya tengah menyiapkan strategi besar yang berpihak pada petani, khususnya mulai 2027. Sebelumnya pada tahun 2025, sebutnya, pemerintah Abdya fokus pada kebijakan-kebijakan penguatan fondasi pemerintahan di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah dan kewenangan.

ADVERTISEMENT

“Di tahun 2026 hingga seterusnya adalah ujian yang harus kita selesaikan,” ujarnya.

Ia juga mendorong TMI untuk aktif menyerap aspirasi petani di lapangan, mulai dari kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, hingga perbaikan irigasi dan harga hasil panen.

ADVERTISEMENT

Selain itu, TMI juga diharapkan ikut memperjuangkan ketersediaan pupuk agar tidak terjadi kelangkaan di daerah.

“Kami berharap TMI dapat mendorong pemerintah pusat agar kebutuhan petani di Abdya benar-benar terpenuhi,” katanya.

Safaruddin menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional, terutama di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi. Dalam kondisi tersebut, kemandirian pangan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

“Kemandirian pangan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis untuk menjaga kedaulatan bangsa,” ucapnya.

Ia menambahkan, petani tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat. Karena itu, keberadaan organisasi seperti TMI dinilai penting sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil petani.

“Organisasi ini harus mampu menjadi jembatan yang efektif bagi kepentingan petani,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Safaruddin turut mengucapkan selamat kepada pengurus DPD TMI Abdya yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara serius.

Ia berharap TMI mampu menghadirkan program yang nyata dan berdampak langsung bagi petani. “Jadikan organisasi ini benar-benar memberi manfaat, bukan sekadar simbolis,” katanya.

Safaruddin juga meminta TMI terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Ia optimistis, melalui kerja sama yang solid, sektor pertanian di Abdya dapat berkembang lebih maju dan berdaya saing. (*)

Editor: Tim Redaksi
Reporter: Salman