Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Abdya di Stadion Persada Blangpidie, Jumat (10/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sebagai inspektur upacara, Safaruddin menyampaikan capaian kinerja pemerintah daerah selama setahun terakhir sekaligus arah pembangunan ke depan.

“Setahun pertama kami memimpin Aceh Barat Daya adalah tahun yang sangat menentukan. Setelah dilantik, kami sadar bahwa yang menunggu bukanlah perayaan, tetapi pekerjaan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Safaruddin, fokus utama pemerintah pada tahun pertama adalah membangun fondasi tata kelola pemerintahan yang lebih tertata. Ia menyebut, kepercayaan publik menjadi hal penting yang harus dipulihkan melalui kerja nyata. Karena itu, berbagai kebijakan diarahkan pada penataan prioritas dan peningkatan kinerja aparatur.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memulai kepemimpinan dalam kondisi fiskal yang terbatas. Selain harus menyelesaikan kewajiban lama, pemerintah juga dituntut memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

ADVERTISEMENT

Safaruddin menegaskan, setiap kebijakan diambil secara hati-hati namun tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami berikhtiar agar setiap keputusan diambil dengan tenang, tetapi pasti, dengan hati-hati, tetapi tidak lamban; dan dengan keberpihakan yang jelas kepada rakyat,” kata Safaruddin.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah saat ini dihadapkan pada tantangan global, termasuk ketidakpastian ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran. Karena itu, pembangunan tidak bisa dilakukan dengan cara biasa dan harus berbasis prioritas.

Safaruddin menuturkan, pemerintah tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat. Berbagai upaya dilakukan, termasuk menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan kementerian untuk membuka peluang pendanaan baru. Hasilnya, sejumlah beban keuangan daerah mulai diselesaikan secara bertahap.

“Alhamdulillah, sedikit demi sedikit hasilnya mulai tampak. Beban lama yang selama ini menghimpit mulai dibereskan. Hak-hak gampong yang meliputi bagi hasil pajak, bagi hasil retribusi, dan ADG juga telah dibayarkan,” ujarnya.

Menurut dia, perbaikan fondasi keuangan daerah menjadi kunci agar program prioritas dapat berjalan lebih optimal.

Di sektor sosial, Safaruddin mengungkapkan angka kemiskinan di Abdya mengalami penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, angka kemiskinan turun dari 15,32 persen pada 2024 menjadi 13,30 persen pada 2025.

Ia menyebut, penurunan tersebut menunjukkan arah kebijakan yang mulai tepat.

“Ini adalah pengingat bahwa kerja yang tertib dan fokus mulai menunjukkan arah yang benar,” kata Safaruddin.

Pemerintah daerah, lanjut dia, menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan hingga di bawah 10 persen dalam empat tahun ke depan.

Di bidang infrastruktur dan layanan dasar, kata Safaruddin, pemerintah terus melakukan pembangunan jalan dan pelebaran akses. Sementara di sektor kesehatan, layanan diperkuat melalui pembangunan puskesmas pembantu, penambahan ambulans, hingga penyediaan fasilitas pendukung seperti Rumah Singgah Sigupai di Banda Aceh.

“Semua ini bukan sekadar daftar capaian. Ini adalah bagian dari upaya agar masyarakat merasakan bahwa pemerintah benar-benar hadir dalam kehidupan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas yang terus didorong secara berkelanjutan.

Safaruddin juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik. Ia menyebut, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi jalannya pemerintahan. Karena itu, pemerintah dituntut untuk lebih transparan dan akuntabel dalam setiap kebijakan.

“Pengawasan publik bukan ancaman; pengawasan publik adalah bagian dari upaya memperbaiki pemerintahan,” kata Safaruddin.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap memberikan masukan yang konstruktif demi kemajuan daerah.

Dalam arah pembangunan, Pemkab Abdya mengacu pada delapan misi “Peumakmue Nanggroe” sebagai pedoman utama. Misi tersebut mencakup penguatan nilai keislaman, pendidikan, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan.

Selain itu, Abdya juga ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ Aceh tahun 2027.

“Kita ingin MTQ ini menjadi panggung kemuliaan daerah, sekaligus penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya.

Menurut Safaruddin, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kesiapan daerah dari berbagai aspek.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong program sosial, termasuk bantuan bagi masyarakat kurang mampu dan pembangunan rumah layak huni. Safaruddin mengaku masih menemukan warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah.

“Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kerja-kerja sosial harus terus diperkuat,” kata Safaruddin.

Ia juga menegaskan, pembangunan tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Safaruddin mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Abdya yang lebih maju.

“Hari ini adalah momentum untuk mengingat perjalanan kita, menghormati perjuangan para pendahulu, mensyukuri apa yang telah dicapai, dan meneguhkan arah ke mana Abdya akan kita bawa ke depannya,” ujarnya.

Bupati Safaruddin optimis dengan kebersamaan dan kerja nyata, Abdya dapat terus berkembang menjadi daerah yang lebih baik.

Upacara peringatan HUT ke-24 Kabupaten Abdya ini berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Bupati Zaman Akli, Ketua DPRK Roni Guswandi, berserta anggota DPRK Abdya, unsur Forkopimda, para kepala SKPK, Camat, Keuchik dan tokoh masyarakat.

Turut hadir Tokoh Sesepuh, Perintis dan Pendiri Kabupaten Abdya.

Tampak hadir, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, Bupati Aceh Selatan yang diwakili Sekda Kabupaten Aceh Selatan, Bupati Aceh Singkil diwakili Asisten Pemkab Aceh Singkil, mantan Pangdam IM Mayjen (Purn) Hafifuddin (Swadaya Jakarta), Ketua Ikatan Masyarakat Abdya di Banda Aceh (Ikamabdya) Ir Zal Sufran, Ketua Persatuan Masyarakat Abdya di Aceh Barat, serta tamu undangan lainnya. (*)

Editor: Tim Redaksi
Reporter: Salman