Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Daerah

Dinilai Banyak Masalah, DPRK Abdya Perpanjang Jadwal Pansus di RSUTP dan Dinkes

0
×

Dinilai Banyak Masalah, DPRK Abdya Perpanjang Jadwal Pansus di RSUTP dan Dinkes

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Abdya, Anton Sumarno. (Ist)

Blangpidie, AcehGlobalNews – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), memperpanjang jadwal kegiatan pansus di Rumah Sakit Umum Tgk. Peukan (RSUTP) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah setempat.

Perpanjangan jadwal tersebut, karena dinilai banyaknya permasalahan yang harus dicarikan solusi untuk membenahi kedua instansi itu ke arah yang lebih baik kedepan.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tim Pansus diketuai oleh Anton Sumarno (PNA) dan Wakil ketua Ikhsan (PAN), dengan anggota Zulkarnaini (PKB), Zulfan (Gerindra), Usman (PKS), Hamdani (PPP), Teuku Junardi (PKB), T. Cut Rahman (PNA), Munandar (PAN), Said Abbas (PAN) dan Yilizar (Gerindra).

Baca Juga :   Ini Perjalanan Argentina dan Prancis Menuju Final Piala Dunia 2022

“Banyak hal yang perlu di lakukan pendalaman, sehingga Tim Pansus menyampaikan kepada pimpinan agar waktu pelaksanaan Pansus diperpanjang hingga pertengahan Januari 2023 mendatang,” ujar Ketua Pansus, Anton Sumarno kepada wartawan, Selasa (20/12/2022).

Anton menjelaskan, banyak hal yang perlu dilakukan pendalaman antara lain terkait managemen, pelayanan dan beberapa sektor vital lain di RSUTP dan Dinkes.

“Sehingga waktu Pansus yang hanya 10 hari dirasa tidak cukup maksimal untuk melakukan Pansus menyeluruh,” imbuhnya.

Baca Juga :   Alokasi Kursi DPRK Subulussalam Bakal Berubah

“Maka kita menyampaikan perpanjangan waktu Pansus. Semua sektor menjadi fokus kita dalam Pansus ini, terlebih di sektor penggunaan anggaran, pengadaan barang dan jasa serta pelayanan,” sambung Anton.

Politisi Partai PNA ini juga menegaskan, bahwa Pansus bukan untuk mencari kesalahan, namun orientasinya lebih kepada memperbaiki pelayanan prima di RSUTP.

“Terlebih RSUTP Abdya ini merupakan rumah sakit rujukan degan anggaran pendapatan per tahun berkisar antara Rp 70 – 80 miliar,” sebut Anton.

Baca Juga :   ICMI Aceh Utara Diminta Pikirkan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Artinya, dengan anggaran sejumlah tersebut masih juga ditemukan permasalahan, tentu hal itu kata Anton, sungguh sangat di sayangkan.

“Maka dari itu kami selaku lembaga perwakilan rakyat (DPRK) ingin pelayanan RSUTP kedepan bisa lebih maksimal sesuai dengan keadaan keuangan yang mencukupi,” ungkapnya.

Anton berharap dengan keuangan yang mencukupi tersebut, maka pelayanan rumah sakit milik daerah itu bisa lebih maksimal sesuai dengan harapan masyarakat.

“Kita juga mengimbau seluruh managemen dan para medis agar dapat bekerjasama dengan dengan Tim Pansus,” pintanya. (*)