Para prajurit di lapangan terus mengoptimalkan pengerjaan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan. Selain mengejar progres, kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas utama. Setiap proses dilakukan secara maksimal dengan memperhatikan aspek teknis dan keselamatan kerja, sehingga hasil akhir nantinya benar-benar kokoh dan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan warga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan ini. Partisipasi aktif masyarakat tidak hanya mempercepat progres pekerjaan, tetapi juga mencerminkan tingginya kepedulian dan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang sedang dibangun di desa mereka.

Pembangunan infrastruktur seperti jembatan gantung memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Akses yang lebih mudah akan mempermudah anak-anak menuju sekolah tanpa khawatir terhambat kondisi sungai, mempercepat jangkauan layanan kesehatan, serta menunjang aktivitas ekonomi warga, khususnya para petani dalam mengangkut hasil panen ke pasar.

ADVERTISEMENT

Salah seorang warga Desa Burni Bius, Murdani (50), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini kalau air sungai naik, kami harus memutar cukup jauh untuk ke kebun atau ke kampung sebelah. Dengan adanya jembatan gantung ini, tentu akan sangat membantu aktivitas kami sehari-hari. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu,” ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Dusun Gantung Langit diharapkan dapat segera rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kehadirannya kelak diyakini akan menjadi infrastruktur vital yang membawa manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Burni Bius serta wilayah sekitarnya, sekaligus menjadi simbol nyata sinergi TNI dan rakyat dalam membangun desa.

ADVERTISEMENT
Editor: Misriani