Blangpidie – Kabut asap yang diduga akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera bagian selatan tampak menyelimuti Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya akan segera menerbitkan surat edaran serta menggelar aksi pembagian masker secara serentak pada Sabtu (17/10/2026) esok hari.
Asisten II Setdakab Abdya, Rahwadi, menyampaikan bahwa langkah tanggap cepat ini dilaksanakan sesuai dengan arahan pimpinan daerah.
“Sesuai arahan Pak Bupati, ada beberapa hal yang dilakukan pemerintah daerah terkait kabut asap yang menyelimuti Abdya, yaitu kita akan segera mengeluarkan surat edaran dan juga melakukan gerakan pembagian masker,” kata Rahwadi, Jumat (16/10/2026).
Rahwadi menjelaskan, gerakan pembagian masker tahap awal ini akan dipusatkan di tiga lokasi di wilayah Blangpidie.
Ketiga titik tersebut meliputi kawasan depan Stadion Persada, depan Masjid Agung, dan depan Puskesmas Blangpidie.
Aksi lapangan ini dimulai pukul 08.00 WIB sampai selesai dengan melibatkan berbagai unsur gabungan.
Di antaranya Dinas Kesehatan, RSUD-TP, SKPK, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga anggota Pramuka.
“Gerakan ini kita lakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai,” ucapnya.
Pihaknya berharap aksi tanggap kabut asap ini dapat berlanjut dan diteruskan oleh instansi lainnya di Kabupaten Abdya.
Mulai dari tingkat kecamatan, gampong (desa), ormas, OKP, pihak sekolah, hingga jajaran BUMD, BUMN, dan perusahaan swasta.
Dinkes Ingatkan Warga Hal Ini
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya meminta seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya paparan kabut asap karhutla.
Kepala Dinkes Abdya, Rinaldi R, mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama jika kondisi kabut asap terlihat semakin pekat.
“Masyarakat kita harapkan tidak mengabaikan kondisi kabut asap yang menyelimuti lingkungan. Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan,” ujar Rinaldi.
Rinaldi memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita riwayat asma atau penyakit paru kronis.
Ia menyarankan agar warga mengenakan masker standar apabila terpaksa harus keluar rumah serta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga ketahanan tubuh dan saluran pernapasan.
Selain membatasi mobilitas luar ruang, Dinkes Abdya mengimbau warga menutup pintu dan jendela saat asap masuk ke pemukiman serta menjaga kualitas udara bersih di dalam rumah.
Aktivitas fisik berat di luar ruangan juga disarankan untuk dikurangi sementara waktu.
Rinaldi mengingatkan warga agar peka terhadap gejala kesehatan yang timbul setelah terpapar asap, seperti batuk, iritasi mata, tenggorokan gatal, hingga sesak napas.
“Apabila mengalami gejala berat atau kondisi kesehatan memburuk, masyarakat kita sarankan segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” pungkasnya. (*)




