Blangpidie – Kepemimpinan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin bersama Wakil Bupati Zaman Akli genap berjalan satu tahun. Dalam periode tersebut, Pemerintah Kabupaten Abdya mencatat sejumlah capaian yang diklaim berdampak langsung terhadap tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.
Laporan kinerja bertajuk “Arah Baru Abdya Maju” merangkum berbagai program prioritas yang mulai menunjukkan hasil, mulai dari pengentasan kemiskinan, pembenahan keuangan daerah, hingga penguatan pelayanan publik.
Salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah Abdya dibawah kepemimpinan Safar-Akli adalah turunnya angka kemiskinan pada 2025. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan turun dua persen, dari 15,32 persen pada 2024 menjadi 13,2 persen pada 2025.
Penurunan itu dinilai sebagai hasil dari intervensi program sosial dan pemberdayaan ekonomi yang lebih terarah. Pemerintah daerah Abdya menyebut, capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
Tak hanya itu, beban hutang daerah yang sebelumnya mencapai Rp 58 miliar juga berhasil ditekan dalam kurun waktu satu tahun masa jabatan Safaruddin-Zaman Akli sebagai Bupati dan Wakil Bupati Abdya.
Dalam satu tahun, pemerintah daerah Abdya mengklaim telah menyelesaikan pembayaran hutang sebesar Rp 52 miliar. Dengan demikian, sisa utang daerah kini hanya tinggal sekitar Rp 6 miliar.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menyehatkan struktur keuangan daerah agar ruang fiskal semakin membaik.
Di sektor tata kelola dan pelayanan publik, program Teknologi Tepat Guna dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data dan efektivitas layanan masyarakat.
Pemerintah daerah juga mengklaim adanya peningkatan di bidang pendidikan, kesehatan, serta lingkungan hidup. Sejumlah prestasi generasi muda dan cabang olahraga juga turut memperkuat citra daerah dalam setahun terakhir masa kepemimpinan Safaruddin-Zaman Akli.
Dalam aspek pembangunan jangka menengah, sebagian janji politik yang tertuang dalam visi “Abdya Maju Masyarakat Sejahtera” mulai direalisasikan. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam delapan misi pembangunan, yakni Malem, Caroeng, Meusyuhu, Makmue, Adee, Jroh, Seujahtera, dan Meusaneut.

Tinggalkan Balasan