Blangpidie – Bulan Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum pembinaan karakter bagi siswa SMAN 6 Aceh Barat Daya (Abdya). Pasalnya, sekolah tersebut mengisi kegiatan belajar dengan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada siswa-siswi selama bulan suci ramadhan.

ADVERTISEMENT

Program ini tidak sebatas kegiatan seremonial, tetapi dirancang sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada kebijakan resmi pemerintah daerah.

Pelaksanaan program itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dinas Pendidikan Aceh Nomor 400.3.8/2048 tentang pembelajaran selama bulan Ramadhan.

ADVERTISEMENT

Kepala SMAN 6 Abdya, Musriadi, mengatakan sekolah sengaja menggandeng unsur dayah untuk memperkuat materi keagamaan.

“Kami menghadirkan narasumber dari unsur Teungku Dayah, Pondok Pesantren MUDI dari Kecamatan Jeumpa. Mereka mengisi rangkaian kegiatan di sekolah selama Ramadhan,” ujar Musriadi, Selasa (3/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Musriadi, penguatan nilai agama harus dimulai dari ruang-ruang kelas. Ia meyakini langkah sederhana tersebut akan membangun ekosistem pendidikan yang jujur, kolaboratif, dan berakhlak. Baginya, sekolah memegang peran penting dalam membentuk karakter generasi muda Aceh.

“Sekolah adalah garda terdepan pembentukan karakter generasi Aceh. Apa yang kami lakukan ini adalah bentuk dukungan konkret terhadap visi penguatan syariat Islam Pemerintah Aceh,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Kemitraan dengan lembaga dayah dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih otoritatif. Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapat pembinaan langsung dari para teungku yang memiliki latar belakang keilmuan tradisi pesantren.

Kegiatan ini, kata Musriadi, turut mendukung visi pembangunan daerah “Arah Baru Abdya Maju” dengan misi MALEM (Maju, Agamis, Lestari, dan Mandiri) untuk membangun sumber daya manusia yang religius.

“Tentu ini juga menjadi cita-cita kita. Jadi, MALEM bukan hanya seruan visi misi Pemerintah Abdya, namu menjadi tujuan kita bersama,” jelasnya.

Pihak Pondok Pesantren MUDI Jeumpa mendukung penuh kegiatan tersebut dengan menghadirkan sejumlah pemateri. Materi yang diberikan meliputi aqidah, fiqih ibadah, serta penguatan akhlak.

Editor: Tim Redaksi
Reporter: Muhammad Nasir