Keterlibatan unsur dayah, menurut Musriadi, dinilai mampu memperdalam kualitas pembinaan spiritual siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Ia berharap sinergi ini dapat menjadi model penguatan pendidikan berbasis syariat Islam.

ADVERTISEMENT

“Kita berharap dengan kolaborasi sekolah dan Pesantren dapat memperkuat penerapan Syariat Islam di Aceh,” ucap Musriadi.

Ia menambahkan, bahwa rangkaian kegiatan pembelajaran selama rentang ramadhan tersebut berlangsung sejak 23 Februari hingga 14 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Agenda Ramadhan diisi dengan tadarus Al Quran, shalat berjamaah, kajian tauhid dan fiqih, pembelajaran adab pergaulan dalam Islam, hingga refleksi spiritual melalui penulisan esai bertajuk “Resolusi Ramadhanku.”

“Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bersama guru Pendidikan Agama Islam menyusun materi dan jadwal kegiatan. Sementara itu, pembina dan pengawas sekolah menjalankan fungsi supervisi agar seluruh program pembelajaran selama ramadhan ini berjalan terarah dan sesuai pedoman,” kata Musriadi. (*)

ADVERTISEMENT
Editor: Tim Redaksi
Reporter: Muhammad Nasir