Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaPeristiwa

Talud Jalan Pertanian di Abdya Ambruk, Diduga Akibat Mutu Rendah

456
×

Talud Jalan Pertanian di Abdya Ambruk, Diduga Akibat Mutu Rendah

Sebarkan artikel ini
Puluhan meter talud beton jalan pertanian di Desa Aludama, Kecamatan Setia, Abdya, ambruk. Foto: Acehglobal/Muhammad Nasir.

Blangpidie, Acehglobal — Proyek pembangunan talud beton jalan persawahan di Desa Aludama kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ambruk. Padahal usia bangunan tersebut diperkirakan baru sekitar tiga bulan selesai dibangun.

Penyebab kerusakan talud jalan tersebut diduga kuat akibat pekerjaan proyek yang dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hal ini disampaikan oleh Sarnipan, seorang petani setempat, Minggu (14/1/2024).

“Saat ini lebih kurang ada 20 meter yang ambruk, dan ada sejumlah titik keretakan yang serius, menurut kami ini sangat mengecewakan, belum lagi masalah kemiringan bangunan yang menurut kami seharusnya tidak begitu,” ungkapnya.

Baca Juga :   Identitas Pria Gantung Diri di Kantin DSI Aceh Timur Terungkap

Tak hanya itu saja, tambah Sarnipan, parahnya lagi, hampir disetiap bangunan talud juga terdapat banyak keretakan yang serius, tidak menutup kemungkinan kondisi keretakan itu juga akan terancam ambruk ke dalam sawah.

“Kami berharap kepada pihak yang bertanggung jawab pada pembangunan proyek tersebut agar dapat memperbaiki kerusakan yang terjadi,” pinta Sarnipan.

Baca Juga :   Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 1443 H Jatuh pada 2 April 2022

Muhibbudin, salah satu petani lain yang ikut menghibahkan tanahnya untuk pembangunan talud jalan tersebut juga mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai proyek tersebut dikerjakan asal jadi.

“Jika pihak pelaksana proyek itu tidak bisa memperbaikinya, harusnya mereka membersihkan kepingan bangunan talut yang ambruk dalam sawah warga, tolong segera diangkat,” imbuhnya.

Muhibbudin juga menuturkan, saat pekerjaan itu dilakukan, pihaknya selaku petani sudah pernah mengingatkan pengawas dan pekerja agar proyek tersebut dikerjakan dengan baik.

“Namun sayangnya, teguran yang kami sampaikan tidak pernah diindahkan,” pungkasnya.

Baca Juga :   Sekda Aceh Wajibkan ASN Pakai Masker saat di Kantor

Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek tersebut adalah program Pengembangan Infrastruktur Sosial Wilayah (PISEW) inisiasi dari Kementerian yang bertujuan untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur pertanian.

Program itu diberikan melalui Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Aceh yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2023 lalu.

Hingga berita ini diturunkan, Acehglobal belum mendapat keterangan resmi dari pihak BPPW Aceh atau instansi terkait pembangunan talud jalan tersebut. (*)

Editor: Salman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *