Ia menilai, antusiasme warga dalam mempersiapkan acara ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan masih terjaga kuat di tengah masyarakat. Sejak pagi, warga bersama-sama menyiapkan hidangan khas Maulid dengan sukacita.

ADVERTISEMENT

Dalam tradisi masyarakat Aceh, hidangan Maulid dikenal dengan sebutan Bu Kulah atau nasi yang dibungkus menggunakan daun pisang. Di dalamnya berisi nasi putih atau nasi gurih (nasi lemak) yang disajikan dengan lauk khas seperti daging kuah merah, ayam kari, telur rebus, sambal kelapa, serta irisan timun.

Tak hanya itu, aneka kue tradisional juga tersaji untuk para tamu dan warga yang datang. Sajian ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus wujud kebersamaan dalam merayakan hari besar Islam.

ADVERTISEMENT

“Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan, sekaligus menjaga tradisi islami yang telah turun-temurun dilaksanakan di Aceh,” ucapnya.

Taufiq berharap agar tradisi mulia seperti ini tetap dilestarikan oleh generasi muda di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

“Dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antarwarga serta menumbuhkan semangat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)

Editor: Salman