Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Akhir Januari 2022, Harga TBS Kelapa Sawit Diprediksi Turun Drastis

518
×

Akhir Januari 2022, Harga TBS Kelapa Sawit Diprediksi Turun Drastis

Sebarkan artikel ini
Ketua Apkasindo Perjuangan Kota Subulussalam, Subangun Berutu.

GLOBAL SUBULUSSALAM – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit dan minyak sawit mentah mengalami penurunan drastis. Fenomena ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Aceh. Penurunan ini merupakan dampak terbitnya Permendag nomor 6 Tahun 2022.

Ketua Apkasindo Perjuangan Kota Subulussalam, Subangun Berutu menuturkan turunnya harga TBS serta minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terjadi akibat keluarnya kebijakan pemerintah terkait pembatasan harga pasar CPO domestik hanya Rp9.300 per kilogram.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah, ujar Subangun, juga telah menetapkan Harga Enceran Tertinggi (HET) terhadap minyak goreng sawit curah dan kemasan. Namun disisi lain, Mendag tidak menurunkan harga pupuk yang melonjak tajam sejalan dengan membaiknya harga TBS dan CPO.

“Kebijakan ini sangat memukul ekonomi petani kelapa sawit. Karena Mendag tidak serta merta menurunkan harga pupuk yang melonjak 100 persen,” ungkap Subangun yang juga menjabat Wakil Ketua DPP Apkasindo Perjuangan.

Saat ini, harga CPO di pasar domestik saat ini berkisar Rp15.000 per kilogram, kini turun di angka Rp9.300 per kilogram imbas lahirnya Permendag nomor 6 Tahun 2022. Pembatasan harga ini secara otomatis menekan harga TBS petani dari Rp2.900 menjadi Rp1.900 per kilogram.

Baca Juga :   Keren, RSUD Kota Subulussalam Berhasil Raih Akreditasi Paripurna

DPP Apkasindo Perjuangan melalui DPW se-Indonesia sudah membahas hal ini dan telah melaporkan ke komisi IV DPR RI. Terkait hal ini pihak pembeli dari Musim Mas juga telah merevisi harga kontrak CPO terbaru. Berkisar Rp8.900 hingga Rp9.000 per kilogram.

“Secara otomatis PMKS juga mulai besok 29 Januari 2022 telah bersiap akan menurunkan harga pembelian TBS kelapa sawit kisaran Rp900-1000 per kilogram. Harga TBS di level petani akan berkisar Rp 1.900 per kilogram,” tandas Subangun Berutu.

Baca Juga :   28 Remaja Putus Sekolah Binaan Dinsos Aceh Selesaikan Diklat di UPTD Jroh Naguna

Apkasindo Perjuangan berharap adanya penyesuaian harga pupuk jika Mendag tetap memberlakukan aturan tersebut. Hal ini dilakukan supaya perekonomian petani tidak lumpuh di tengah pandemi Covid-19.

“Pihak PMKS yang masih menyelesaikan kontrak lamanya jangan menurunkan harga sekaligus melainkan bertahap,” demikian tutup Subangun Berutu.(*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News