Blangpidie – Panggung peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menghadirkan warna baru dalam geliat seni daerah.

ADVERTISEMENT

Pasalnya, Sanggar Seni Merduhati, grup asal Desa Tengah, Kecamatan Manggeng, mencuri perhatian publik lewat penampilan perdananya di tingkat kabupaten.

Meski baru terbentuk pada 2025, sanggar ini tampil percaya diri di hadapan masyarakat. Di bawah pembinaan Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Gusvizarni, Kepala Disporaparekraf, Safrizal dan Kadis Koperasi UKM Perindag Zedi Saputra, para personel mampu menunjukkan kesiapan panggung yang matang.

ADVERTISEMENT

Penampilan mereka dinilai rapi dan mampu menjaga kualitas musikalitas sejak awal hingga akhir pertunjukan.

Mengusung nuansa Melayu Gambus, Merduhati tampil dengan balutan kostum tradisional yang serasi. Irama yang dibawakan terasa hidup dan mengalir, menghadirkan suasana khas yang memikat penonton.

ADVERTISEMENT

Salah satu pendiri Sanggar Merduhati, Yunadi, menyebut penampilan di HUT Abdya sebagai momentum penting bagi perjalanan kelompok seni tersebut.

“Kami ingin membawa penyegaran dengan mengangkat kembali genre Melayu dan Gambus yang sempat dipopulerkan para pendahulu kami. Meski kami baru seumur jagung, semangat para anggota untuk menjaga warisan budaya ini sangat luar biasa,” ujar Yunadi, Senin (27/4/2026) di Manggeng.

ADVERTISEMENT

Penampilan Merduhati tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menunjukkan proses regenerasi seniman di wilayah Manggeng. Antusiasme masyarakat yang memadati Lapangan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, terlihat dari tepuk tangan yang mengiringi penampilan mereka.

Yunadi berharap, sanggar yang mereka dirikan dapat terus berkembang dan menjadi ruang kreatif bagi generasi muda di Abdya. Selain itu, Merduhati diharapkan mampu memperkuat identitas daerah melalui pertunjukan seni yang konsisten dan berkualitas.

Adapun personel Sanggar Merduhati terdiri dari Miftahul Ikhwan (vokal), Endri Safrial (gitar), Zaira Yunara (bass), Eddy Manggeng (keyboard), Razzaqul Muftiari (drum), serta Yunadi dan Ridhya Asmadi sebagai pemain rapai, bersama T. Afrizal dan Wildan. (*)

Editor: Salman