Blangpidie – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) meminta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat agar menyisihkan anggaran pokok pikiran (Pokir) untuk pembangunan rumah duafa di daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

Hal itu, menyusul banyaknya laporan masyarakat tentang rumah warga miskin dan fakir tak layak ditempati untuk dibangun baru atau rehab.

“Kami minta anggota Dewan menyisihkan sebagian anggaran pokir mereka guna diarahkan untuk pembangunan rumah tak layak huni di Kabupaten Abdya,” ujar Ketua Perwakilan YARA Abdya, Suhaimi N, S.H, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

Suhaimi menjelaskan, pembangunan rumah layak huni bukan hanya menjadi tanggung jawab semata pihak Baitul Mal. Akan tetapi juga tanggung jawab bersama berbagai pihak, termasuk lembaga legislatif.

“Apalagi anggaran yang dikelola oleh Baitul Mal itu bersumber dari uang umat yaitu zakat dan infak yang jumlahnya terbatas diterima Baitul Mal setiap tahun. Tentunya jumlah rumah yang akan dibangun juga terbatas,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Pria yang akrab disapa Shemy itu, menambahkan, secara syariat penganggaran dana zakat diperuntukkan untuk delapan asnaf sesuai firman Allah SWT dalam Surat At Taubah ayat 60.

“Ada 8 senif penerima zakat, yakni fakir, miskin, amil, fii sabilillah, ibnu sabil, mualaf, qharimin dan riqab (budak). Jadi tidak semua dana umat itu dimanfaatkan untuk bangun rumah layak huni,” terangnya.

ADVERTISEMENT

Meskipun, dana pembangunan rumah bersumber dari infak, menurut Shemy, anggaran tersebut juga tidak sepenuhnya mampu mengkafer semua rumah duafa yang tidak layak huni untuk dibangun baru.

“Informasi dari Baitul Mal, ada ratusan proposal permohonan bantuan rumah yang masuk ke kantor Baitul Mal Abdya. Sementara dana infak untuk pembangunan rumah terbatas. Pihak Baitul Mal juga sudah turun langsung melakukan verifikasi secara bertahap untuk memastikan kelayakan penerima dan jenis bantuan yang diberikan agar tepat sasaran,” ujarnya.

Karena itu, untuk membantu pemerintah dalam menuntaskan Kemiskinan ekstrem dengan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga duafa di kabupaten Abdya, YARA meminta anggota dewan Abdya agar menyisihkan sebagian anggaran aspirasi mereka guna pembangunan rumah duafa.

“Bayangkan saja ada 25 anggota dewan. Setiap dewan menyisihkan Rp 100 juta per tahun, maka ada total Rp 2,5 miliar yang dapat digunakan untuk membangun puluhan rumah layak huni bagi keluarga miskin dan duafa di Abdya,” kata Shemy.

Lebih lanjut, YARA Abdya juga mengimbau para perusahaan, pengusaha, dan masyarakat untuk membayar zakat dan infak ke lembaga resmi Baitul Mal.

“Untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem di Abdya, salah satunya dari dana umat yang dikelola Baitul Mal dengan program-program pemberdayaan dan pembangunan rumah layak huni. Maka itu, kami mengimbau masyarakat, perusahaan dan pengusaha agar menyerahkan zakat serta infak mereka ke Baitul Mal sebagai lembaga yang diamanahkan pemerintah untuk mengumpulkan dan mendistribusikannya kepada masyarakat yang berhak menerima,” imbau Suhaimi. (*)

Editor: Tim Redaksi