“Kami sangat kecewa … dengan NATO. Mereka tidak datang membantu kami,” cetusnya. Ia menambahkan bahwa negara-negara Arab telah berbuat lebih banyak “dalam segala kejujuran … lebih dari NATO”.
Trump juga mengaitkan kerja sama politik dengan hubungan ekonomi, termasuk investasi dan kesepakatan pertahanan dengan Arab Saudi. Ia bahkan mendorong Riyadh untuk bergabung dalam Abraham Accords guna memperkuat stabilitas kawasan.
Menutup pidatonya, Trump mengungkapkan ambisi pribadinya untuk dikenang sebagai tokoh perdamaian dunia. Ia mengklaim telah berperan dalam menyelesaikan berbagai konflik internasional.
Bahkan, Trump merasa layak untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian atas kontribusinya tersebut. Klaim itu kembali menegaskan gaya komunikasinya yang kerap kontroversial.
“Saya bahkan menghentikan India dan Pakistan … mereka sedang bertikai … Saya berkata, jika Anda terus berperang, saya akan mengenakan tarif 250 persen pada masing-masing … ‘baiklah, kami tidak akan berperang lagi’,” pungkas Trump. (*)

Tinggalkan Balasan