Blangpidie, Acehglobal – Masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini memiliki alternatif baru untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Dua gerai /safaruddin-berikan-ruang-bagi-umkm-lokal-jual-produknya-di-bisnis-ritel-besar/" target="_blank" rel="noopener">Indomaret resmi dibuka secara bersamaan pada Senin (4/8/2025).
Dua gerai ini masing-masing terletak di Jalan Iskandar Muda, Desa Geulumpang Payong, dan Desa Kedai Paya, Kecamatan Blangpidie.
Gerai di Desa Geulumpang Payong merupakan milik Syamsuardi Lukman atau yang akrab disapa Tgk Agam. Sementara itu, gerai di Desa Kedai Paya dikelola oleh Salwati H Muslem.
Peresmian dua gerai Indomaret ini dilakukan langsung oleh Bupati Abdya, Safaruddin. Turut dihadiri Wakil Bupati Zaman Akli, Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi (Abi Roni), anggota DPRK, unsur Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Safaruddin menyampaikan apresiasi atas inisiatif pengusaha lokal menghadirkan Indomaret di Abdya. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan kehadiran ritel modern ini juga memberi manfaat bagi masyarakat setempat, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Dari awal kita sudah menyepakati jika Indomaret atau Alfamart yang ingin hadir di Abdya, wajib mempekerjakan tenaga lokal dan menampung produk lokal UMKM Abdya,” katanya.
Bupati juga menjelaskan, kontrak izin operasional Indomaret akan dievaluasi secara berkala dan diperpanjang setiap dua tahun sesuai kesepakatan bersama dalam nota kesepahaman atau MoU. Ia berharap keberadaan Indomaret mampu memicu persaingan usaha yang sehat dengan pengusaha lokal lainnya.
Menurut Safaruddin, model gerai yang diinisiasi pengusaha lokal ini diharapkan bisa menjadi contoh kolaborasi positif antara sektor ritel modern dengan pengembangan ekonomi daerah.
“Artinya tidak ada yang dirugikan dengan hadirnya gerai Indomaret ini,” ungkapnya.
Selain penyerapan tenaga kerja, Safaruddin juga menyebut Abdya menjadi satu-satunya kabupaten yang menerapkan syarat khusus izin operasional Indomaret, yakni kewajiban mempekerjakan warga lokal dan menyediakan rak untuk minimal 30 persen produk UMKM setempat.
“Jadi pelaku UMKM ini juga harus naik kelas ke gerai tingkat nasional,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati meminta agar pihak manajemen Indomaret memastikan semua produk yang dijual sudah memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Sekali lagi, saya mengapresiasi Buk Salwati atau H Muslem Umar dan Bang Tengku Agam untuk terus berkembang,” tandasnya.
Sementara itu, Manajemen Indomaret Wilayah Aceh yang diwakili Yonanta Kusuma menyampaikan bahwa kehadiran dua gerai ini menambah jumlah cabang Indomaret di seluruh Indonesia menjadi 32 cabang wilayah, dengan sekitar 30 ribu outlet yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Ia menjelaskan, konsep operasional gerai dilakukan dengan sistem waralaba, yang dalam setiap outlet rata-rata mampu menyerap tujuh hingga sepuluh tenaga kerja lokal. Yonanta menilai, kontribusi UMKM lokal akan semakin besar seiring perkembangan gerai di Abdya.
“Tanggal 7 Agustus ada 75 pelaku UMKM yang akan ditraining dan bisa terjual di outlet kami,” sebutnya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, Indomaret juga menawarkan berbagai layanan tambahan untuk mempermudah aktivitas masyarakat.
“Alhamdulillah, ini Indomaret perdana di Abdya,” imbuh Yonanta. (*)

