Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaInternasional

Fatah Serukan Akhiri Agresi Israel ke Palestina, Minta Gencatan Senjata Diperpanjang

203
×

Fatah Serukan Akhiri Agresi Israel ke Palestina, Minta Gencatan Senjata Diperpanjang

Sebarkan artikel ini
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menghadiri pertemuan secara daring dengan faksi Palestina mengenai kesepakatan Israel dan Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan, di Ramallah, Tepi Barat, Kamis (3/9/2020). Alaa Badarneh/Pool via REUTERS/WSJ/cfo (REUTERS/POOL/POOL)

Yerusalem — Kelompok politik Palestina yang dipimpin oleh Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, Fatah menyerukan penghentian total dan permanen terhadap agresi Israel yang menimpa warga sipil Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Fatah juga menolak upaya pengusiran warga Palestina dari tanah mereka oleh Israel. Pernyataan Fatah ini disampaikan setelah pertemuan Komite Sentralnya, yang dihadiri oleh para anggota dari berbagai faksi di masyarakat Palestina.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Kami tidak akan membiarkan satu inci pun tanah mereka ditebang, tidak peduli berapa pun pengorbanannya,” kata Mahmoud Abbas dilansir dari Al Jazeera, Senin (27/11/2023).

Fatah mengatakan bahwa mereka tidak akan mengalah dalam mempertahankan tanah mereka, meskipun harus mengorbankan banyak nyawa. Fatah juga mendesak komunitas internasional untuk mengakui kemerdekaan negara Palestina.

Sementara itu, gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang berlangsung sejak Senin, 27 November 2023, diperpanjang dengan syarat pertukaran tawanan.

Baca Juga :   KPT Banda Aceh Ingatkan Jangan Main-Main dengan Sumpah Advokat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dia bersedia memperpanjang gencatan senjata satu hari untuk setiap 10 tawanan yang dibebaskan oleh Hamas.

Sejauh ini, 13 tawanan Israel, tiga warga Thailand, dan satu warga Israel-Rusia telah dibebaskan oleh Hamas. Sebagai imbalannya, Israel juga telah membebaskan 39 tawanan Palestina, yang disambut dengan sukacita oleh keluarga dan pejabat di Tepi Barat.

Menurut laporan, sekitar 3.200 warga Palestina telah ditangkap oleh Israel sejak 7 Oktober 2023, ketika konflik memanas di wilayah tersebut.

Baca Juga :   Polres Bener Meriah Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Anak Dibawah Umur

Konflik Israel-Hamas telah menewaskan lebih dari 14.854 warga Palestina di Gaza, dan ribuan lainnya terluka atau terjebak di bawah reruntuhan. Di sisi lain, Israel juga mengalami kerugian jiwa sebanyak 1.200 orang akibat serangan roket dari Hamas.

Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat terus berupaya untuk mencapai perdamaian yang langgeng antara kedua belah pihak.(*)

Editor : Salman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *