Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan ingin segera mengakhiri konflik dengan Iran dalam beberapa pekan ke depan guna menghindari perang berkepanjangan.

ADVERTISEMENT

Hal itu seiring dengan hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dikabarkan mulai merenggang di tengah memanasnya eskalasi Perang Iran

Perbedaan sikap ini muncul setelah Washington mulai mengintensifkan pesan diplomasi untuk segera mengakhiri konflik demi menormalkan kembali arus lalu lintas energi global di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari kantor berita Turki Anadolu, Jumat (27/3/2026), menyebutkan Trump secara pribadi telah menyampaikan kepada para penasihatnya bahwa ia menilai konflik tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan meminta timnya tetap sejalan dengan target tersebut.

Pejabat pemerintahan juga berharap situasi dapat mereda sebelum pertemuan yang direncanakan pada pertengahan Mei dengan Presiden China Xi Jinping.

ADVERTISEMENT

Konflik ini menambah tekanan bagi Trump di tengah upaya menyeimbangkan kebijakan luar negeri dengan agenda domestik, termasuk menghadapi pemilu paruh waktu. Sejumlah sekutu mendorong pendekatan yang lebih agresif, sementara pihak lain lebih memilih jalur diplomasi.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu mengatakan Trump mengutamakan penyelesaian damai dengan Iran, namun siap meningkatkan tekanan jika Teheran tidak menerima “realitas situasi saat ini.”

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu disampaikan setelah Washington menunda rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran usai adanya komunikasi yang disebut “produktif” dalam beberapa hari terakhir, meski Iran membantah adanya pembicaraan tersebut.

Leavitt juga menyatakan bahwa jika Iran tidak mengakui telah “dikalahkan secara militer,” maka Amerika Serikat siap mengambil langkah yang lebih keras. Ia menegaskan Trump “tidak menggertak” dan siap mengambil tindakan tegas.

Amerika Serikat dilaporkan telah mengirimkan rencana berisi 15 poin kepada Iran yang mencakup program nuklir, rudal balistik, serta keamanan maritim di Selat Hormuz.

Editor: Tim Redaksi