Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin kembali melaksanakan rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah dengan mengunjungi sejumlah masjid di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

Setelah pada Senin malam (9/3/2026) melaksanakan shalat Isya, tarawih, dan witir berjamaah di Masjid Baitussalam Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, kegiatan yang sama kembali dilanjutkan pada Selasa (10/3/2026).

Kali ini, Safari Ramadhan orang nomor satu di Abdya itu dilaksanakan dalam bentuk Safari Subuh di Masjid Baitul Quddus, Gampong Pinang, Kecamatan Susoh.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Safaruddin dipercaya menjadi imam shalat subuh berjamaah sekaligus menyampaikan tausiyah kepada para jamaah yang hadir.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, Plt. Sekda Amrizal, sejumlah kepala SKPK, keuchik, serta Imam Masjid Baitul Quddus Nazli Hasan. Jamaah yang hadir juga berasal dari tiga gampong sekitar, yakni Gampong Pinang, Baharu, dan Rumah Panjang.

ADVERTISEMENT

Dalam tausiyahnya, Safaruddin mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan memperbaiki kualitas shalat sebagai kewajiban utama umat Islam. Ia juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal bagi yang telah mencapai nisab.

Safaruddin mengutip Surah Al-Baqarah ayat 41 sebagai dasar kewajiban menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Menurutnya, shalat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena diperintahkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Isra Mi’raj.

ADVERTISEMENT

“Shalat berbeda dengan ibadah lain seperti puasa, zakat, dan haji yang diperintahkan melalui wahyu yang dibawa malaikat Jibril. Shalat diperoleh Rasulullah SAW secara langsung saat peristiwa Isra Mi’raj,” kata Safaruddin di hadapan jamaah.

Ia menambahkan, shalat juga menjadi pembeda antara seorang muslim dan non-muslim. Karena itu, umat Islam diminta menjadikan shalat sebagai kebutuhan yang tidak boleh ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak ada tawar-menawar dengan shalat. Anak yang berusia tujuh tahun saja sudah diperintahkan untuk shalat, apalagi kita yang sudah dewasa,” ujarnya.

Safaruddin juga mengajak jamaah agar memahami makna bacaan dalam setiap gerakan shalat sehingga ibadah tersebut dapat dilakukan dengan khusyuk. Dengan memaknai setiap bacaan, kata dia, shalat tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain soal shalat, Safaruddin turut mengingatkan masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah menjelang Idul Fitri. Ia meminta pengumpulan zakat tidak menunggu hingga akhir Ramadhan, melainkan sudah dapat dimulai sejak tanggal 20 atau 21 Ramadhan melalui amil di masjid atau mushalla.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar proses pengumpulan dan penyaluran zakat dapat berjalan lebih optimal. Ia menegaskan, zakat fitrah sebaiknya sudah tersalurkan kepada yang berhak sebelum malam takbiran Idul Fitri.

“Penerima zakat harus diprioritaskan kepada fakir dan miskin agar benar-benar membantu mereka menyambut hari raya dengan lebih layak,” kata Safaruddin.

Dalam kesempatan itu, Safaruddin juga menceritakan pengalamannya mengunjungi salah satu keluarga dhuafa di Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan. Keluarga tersebut hidup dalam kondisi serba kekurangan dan tinggal di rumah tidak layak huni yang terbuat dari pelepah rumbia.

Pada kunjungan tersebut, Safaruddin sempat melaksanakan sahur bersama keluarga tersebut. Ia mengatakan kondisi kehidupan keluarga itu cukup memprihatinkan karena kepala keluarga harus menafkahi istri, dua anak yang masih bersekolah, serta seorang anak piatu yang ikut tinggal bersama mereka.

Meski hidup dalam keterbatasan, Safaruddin menyebut keluarga tersebut tetap menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran. Ia pun mengaku tersentuh melihat kondisi tempat tinggal mereka yang sangat sederhana.

“Insyallah besok saya akan bangun rumah itu. Sebelum takbir lebaran Idul Fitri rumah tersebut sudah dibangun,” ucap Safaruddin dengan nada haru.

Ia menegaskan, dalam masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Zaman Akli, pemerintah daerah berkomitmen mengurangi bahkan menghapus rumah tidak layak huni di Abdya. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya membantu masyarakat yang hidup dalam kondisi kurang mampu.

Safaruddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pejabat pemerintah dan aparatur sipil negara (ASN), untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia berharap semangat berbagi dan saling membantu semakin tumbuh, terutama selama bulan Ramadhan. (*)

Editor: Tim Redaksi
Reporter: Salman