Dalam perjalanan tersebut, kata ustaz Hafizan, Rasulullah Saw yang didampingi malaikat Jibril menyaksikan berbagai peristiwa yang menggambarkan kondisi umat Islam.

ADVERTISEMENT

Salah satunya, kata ustaz Hafizan, Allah memperlihatkan pada Nabi Muhammad Saw umatnya yang disiksa dengan kepala mereka dihantam batu berulang-ulang.

Nabi pun bertanya kepada Jibril apa dosa yang diperbuat oleh hambanya itu, sehingga kepala mereka di hantam batu secara berulang-ulang, sampai hancur, dan kemudian utuh lagi. Jibril pun menjawab bahwa itu adalah ganjaran bagi orang-orang yang meninggalkan shalat lima waktu.

ADVERTISEMENT

Kesempatan itu, ustaz Hafizan mengingatkan para jamaah agar tidak menyepelekan shalat lima waktu. Menurutnya, kini banyak generasi muda yang lalai terhadap shalat karena disibukkan dengan kegiatan duniawi.

“Jangan main-main dengan shalat, banyak sekali dalil Al-Qur’an dan hadist yang mewajibkan shalat. Shalat itu adalah tiang agama. Barang siapa yang tidak mau mengerjakan shalat lima waktu, maka ia telah menghancurkan agama,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Seperti biasa, kegiatan Israk Mikraj di Durian Rampak Susoh ini ditutup dengan suguhan makanan apam berkuah yang disantap bersama oleh masyarakat setempat. (*)

Editor: Tim Redaksi