Blangpidie, Acehglobal – Upaya memperkuat nilai-nilai keislaman terus digalakkan di tengah masyarakat Gampong Durian Rampak, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Masjid Baitul Qahhar, yang menjadi rumah ibadah kebanggaan masyarakat di gampong tersebut, hadir sebagai pusat kegiatan dakwah yang aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penerapan Syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Baitul Qahhar, Ustaz Yulisman, S.Ag, mengatakan pihaknya telah lama menjadikan masjid sebagai wadah dakwah dan pembinaan umat. Salah satunya menggalakkan pengajian rutin di masjid tersebut.

“Alhamdullllah, kegiatan pengajian yang kita adakan di masjid Baitul Qahhar sudah masuk tahun ketiga. Setiap minggu tiga kali rutin menggelar kajian dan tausiyah yang diikuti para jamaah dari berbagai kalangan masyarakat,” ujar Yulisman, Kamis (9/10/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan pengajian dan tausiyah tersebut bertujuan agar masyarakat terus istiqamah dalam menjalankan ibadah dan memperdalam pemahaman keagamaan.

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam Selasa, malam Kamis, serta Jumat Subuh Berkah dengan menghadirkan ustaz berkompeten dalam keilmuan Islam.

“Ustaz Roni Haldi, Lc mengisi kajian setiap malam Selasa, sementara Ustaz Tanzilul Authar, M.Pd hadir setiap malam Kamis. Adapun pada Jumat Subuh Berkah, penceramah berganti sesuai kebutuhan dan waktu,” sebut Yulisman.

ADVERTISEMENT

Yulisman menambahkan, materi kajian difokuskan pada hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Topiknya, kata dia, berbeda-beda meliputi tata cara beribadah, fiqih, sejarah Nabawiyah, hingga isu-isu kekinian seperti bahaya judi online, pergaulan bebas, dan penyakit sosial yang dilarang dalam Islam.

“Alhamdulillah, jamaah sangat antusias. Mereka bukan hanya datang untuk mendengarkan ceramah, tetapi juga berdiskusi langsung dengan pemateri tentang persoalan ibadah yang dihadapi sehari-hari,” tuturnya.

Sebagai salah satu tokoh agama, Yulisman menilai, kegiatan kajian rutin dan tausiyah tersebut telah menjadi sarana mempererat ukhuwah antar sesama jamaah di Gampong Durian Rampak.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Keuchik Gampong Durian Rampak, Suhaimi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli sangat serius menerapkan Syariat Islam di Abdya.

Hal itu, kata Suhaimi, dibuktikan dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati Abdya Nomor 41 Tahun 2025 tentang Peukong Agama dalam pelaksanaan Syariat Islam di kabupaten Abdya.

“Sebagai tindak lanjut dari Perbup tersebut, kami bersama Imam Chik, Tgk Sagoe, pengurus BKM, Tuha Peut dan tokoh masyarakat langsung berkoordinasi untuk memastikan penerapannya berjalan baik di tingkat gampong,” jelas Suhaimi.

Hasil koordinasi itu, lanjutnya, melahirkan berbagai program kegiatan keagamaan di Masjid Baitul Qahhar, seperti memperkuat pelaksanaan kajian rutin bakda Magrib setiap Selasa dan Kamis, serta kegiatan Subuh Berkah setiap Jumat.

“Alhamdulillah, semua berjalan tertib dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” katanya.

Selain menggerakkan pengajian, pihaknya atas dukungan tokoh agama dan Tuha Peut juga akan menjalankan program pembinaan tahsin Qur’an di kalangan jamaah masjid Baitul Qahhar, serta pemantapan kader imam dan katib untuk anak remaja/pemuda sebagai generasi penerus di masjid tersebut, yang diasuh langsung oleh Ustaz Yulisman.

Sebelumnya, pemerintah gampong Durian Rampak bersama pemuka agama dan tokoh masyarakat setempat telah mensosialisasikan imbauan agar seluruh aktivitas warga dihentikan saat azan berkumandang.

Masyarakat, termasuk pedagang dan pengunjung warung kopi, diminta segera menuju masjid untuk shalat berjamaah di masjid.

Tak hanya itu, saat waktu Magrib tiba setiap rumah warga juga di imbau tidak menyalakan televisi, musik, atau alat elektronik lainnya sampai selesai salat Isya berjamaah.

Melalui orang tua, anak-anak pun diarahkan agar mengikuti pengajian bakda Magrib di masjid, balai pengajian, atau di rumah-rumah warga.

“Dengan semangat Peukong Agama, kami berharap kegiatan ini dapat membentuk masyarakat yang Islami, berilmu, dan berakhlak mulia,” pungkas Keuchik Suhaimi (*)

Editor: Salman Sy