Takengon – Pembangunan Jembatan Gantung di Dusun Gantung Langit, Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga Jumat, 27 Februari 2026, progres pengerjaan fisik telah mencapai 51,8 persen dari total target pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.
Jembatan gantung sepanjang 75 meter ini dibangun sebagai sarana penghubung vital bagi masyarakat Desa Burni Bius, khususnya warga Dusun Gantung Langit, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi. Pada musim hujan, peningkatan debit air sungai kerap menghambat aktivitas warga. Tidak jarang masyarakat harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu demi mencapai kebun, sekolah, fasilitas kesehatan, maupun kampung tetangga.
Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan mampu menjadi solusi atas kendala tersebut. Selain memperlancar mobilitas warga, jembatan ini juga akan mempermudah distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama penghasilan masyarakat setempat. Dengan akses yang lebih baik, roda perekonomian desa diyakini akan semakin berkembang.
Pembangunan jembatan ini berada di wilayah binaan Koramil 08/Silih Nara yang merupakan bagian dari jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah. Dalam pelaksanaannya, personel Kodim diterjunkan langsung ke lokasi bersama personel Yon TP 854/DK. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat yang turut membantu proses pengerjaan di lapangan secara bergotong royong.
Adapun progres pekerjaan yang telah dicapai saat ini meliputi pemasangan jari-jari penahan sebagai penguat konstruksi utama jembatan, pengecoran pondasi sayap guna memperkokoh struktur penopang, serta pengecatan tiang besi B1 untuk mencegah korosi dan meningkatkan daya tahan material terhadap pengaruh cuaca. Seluruh tahapan pengerjaan dilaksanakan secara cermat dan terukur dengan tetap mengedepankan standar kualitas konstruksi serta faktor keamanan demi menjamin kekuatan dan umur panjang jembatan.

Tinggalkan Balasan