Jakarta, Acehglobal – Kementerian Sosial (/kadinsos-aceh-selatan-dampingi-staf-kemensos-ri-besuk-nur-maulida-di-rsud-ya/" target="_blank" rel="noopener">Kemensos) menyiapkan 20 juta keluarga penerima manfaat (KPM) bansos untuk masuk anggota Koperasi Merah Putih program Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo – Gibran.
Disamping menjadi anggota koperasi, para /daftar-4-bansos-yang-cair-jelang-lebaran-2025-cek-penerimanya-di-sini/" target="_blank" rel="noopener">KPM penerima bansos ini juga diberikan ruang oleh pemerintah untuk menjual produk usaha mereka di koperasi tersebut.
“Dalam Inpres Nomor 9 ada dua penugasan pada kami. Pertama mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau Penerima Manfaat untuk menjadi anggota Koperasi Merah Putih, dan kedua mendorong mereka yang memiliki usaha untuk nanti bisa dijual di koperasi,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dikutip laman resmi Kemensos, Sabtu (12/4/2025).
Pihaknya, kata Mensos, siap mendukung pendirian dan berjalannya Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu di setiap desa seluruh Indonesia.
“Kami siap untuk mendukung dua tugas itu, sekaligus ini kami anggap sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan, jadi sangat strategis Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa –Gus Ipul– ini memaparkan, bahwa saat ini terdapat 18 juta KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan 10 juta Penerima Manfaat Program Sembako.
Bila digabungkan, kata dia, terdapat sekitar 20 juta KPM, karena sebagian menerima kedua program tersebut secara bersamaan.
Jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk digerakkan bergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih. “Ini nanti kita dorong menjadi anggota koperasi,” sebut Gus Ipul.
Selain sebagai anggota koperasi nantinya, Kemensos juga menyiapkan KPM graduasi yang potensial sebagai penyedia produk di koperasi merah putih.
Menurut Kemensos, tercatat klaster usaha KPM graduasi tahun 2024 meliputi 1.686 KPM di bidang jasa dan perdagangan, 315 di bidang kerajinan dan menjahit, 1.602 di bidang makanan dan minuman, 284 di bidang pertanian, serta 214 di bidang peternakan.
“(Produk dari KPM) akan bisa dijual di koperasi-koperasi Merah Putih sesuai Inpres Nomor 9 Tahun 2025,” ujar Gus Ipul.
Selain itu, Kemensos juga mencatat sebanyak 7.242 KPM PKH Graduasi kategori mampu tahun 2024 yang dinilai potensial untuk menjadi pengurus Koperasi Merah Putih.
Untuk mendukung pengembangan koperasi desa, Kemensos juga siap menyediakan sumber daya manusia dari pilar-pilar sosial yang ada.
“Kami punya 33 ribu pendamping PKH, kalau misalnya nanti diminta untuk membantu Koperasi Desa Merah Putih,” kata Gus Ipul.
Selain pendamping PKH, Kemensos juga memiliki 6.061 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), 24.391 Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan 1.946 Pendamping Rehabilitasi Sosial yang siap dilibatkan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyambut baik kesiapan Kemensos memberikan dukungan bagi pendirian koperasi desa merah putih.
Dia menyebut hal ini merupakan langkah awal menindaklanjuti Inpres Nomor 9 Tahun 2025 untuk mempercepat pembentukan koperasi dengan dukungan dari berbagai kementerian.
“Ada Menteri Koperasi tentu, ada Menteri Desa, ada Mentan, Menteri KKP, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Mendagri, Mensos, Menkes, Menteri Bappenas, Menteri Komdigi, Menteri BPKP, dan yang lainnya,” katanya. (*)


