“Harapan kami masyarakat, pak bupati, Kapolres, Dandim dan pimpinan DPRK turun tangan untuk melakukan penanganan terhadap masalah ini. Jika tidak, antrean panjang tidak akan selesai-selesai,” ujar Samsul kepada AGN Logo, Selasa (15/12).

ADVERTISEMENT

“Isunya ada kendaraan itu-itu saja yang antre di SPBU. Itu sudah jadi rahasia umum. Tapi kalau benar ada, kenapa tidak ada tindakan tegas dari aparat,” sambung Samsul.

Menurut dia, kondisi ini semakin memprihatinkan karena terjadi di tengah situasi pascabencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.

ADVERTISEMENT

“Teungoh lam bala, dimita laba lom. (Sedang bencana, masih juga cari keuntungan),” ujar Samsul.

Hal senada juga diungkapkan Febi, warga Kecamatan Blangpidie. Ia berharap kepolisian turun langsung ke lapangan merazia oknum pengendara yang sengaja mengantre minyak untuk diperjualbelikan kembali ke masyarakat dengan harga mahal.

ADVERTISEMENT

Febi menyoroti sudah tidak ada lagi penjualan BBM eceran di kios pertamini yang sebelumnya menjadi alternatif warga.

“Di Blangpidie sekarang sudah tidak ada lagi pertamini yang jual BBM. Akhirnya masyarakat terpaksa beli ke pedagang dadakan dengan harga yang tidak wajar,” katanya.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut beban ekonomi masyarakat semakin berat di tengah kondisi listrik padam dan sebagian harga barang terus meningkat. Ia meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan tindakan kongkrit guna mengatasi masalah ini di lapangan.

“Salah satu solusinya, BBM mesti didistribusikan ke kios-kios pertamini. Hal ini bisa mengurai antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU,” tutur Febi.

Sementara itu, warga dan pedagang di Gampong Padang Hilir, Kecamatan Susoh, mengaku kerap melihat kendaraan yang sama berulang kali mengantre di SPBU Pantai Perak. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan adanya praktik pelangsiran BBM.

“Ada mobil yang itu-itu saja, baik mobil pribadi maupun pikap. Diduga memang untuk melangsir minyak,” kata David, seorang pedagang warung kopi di kawasan tersebut.

Hal senada disampaikan seorang warga yang rumahnya berada di tepi jalan nasional Gampong Padang Hilir, Susoh. Ia mengaku hampir setiap hari melihat kendaraan yang sama kembali mengantre di SPBU.

Editor: Salman